Uc Banner

Kisah Nyata: Belajar kejujuran Dari Pria Misterius Penemu HP

RadarIslam.com ~ Kisah nyata ini diceritakan oleh pemilik akun Facebook bernama Gatot Ponco N pada tanggal 04 Januari lalu. Status yang menceritakan pengalaman kehilangan HP tersebit sempat menjadi viral dan cukup banyak mengundang rekasi di media sosial dengan 15 ribu lebih share, 161 like dan 45 komentar. Bahkan beberapa situs online terkenal di tanah air juga turut mengangkat kisah ini.


Berikut curhatan lengkapnya;

ALLAHU AKBAR.... 
Hari ini saya membuktikan bahwa masih banyak orang memiliki hati yang luar biasa....

Hari selasa yg lalu tgl 29 Desember 2015 saya dan istri perjalanan naik sepeda motor dari Kota Malang ke Ponorogo melalui Kab Blitar... Saat diperjalanan kami berhenti sejenak di daerah Wlingi Blitar untuk shalat dhuhur... selesai shalat kami melanjutkan perjalanan lagi hingga sampai Ponorogo...

Saat di Ponorogo saya baru sadar jika Hp saya tidak ada di saku ataupun di dalam tas... maka saat itu juga memakai HP istri saya coba hubungi No Hp saya... Subhanallah... terdengar suara bapak" yang tenang dan bilang jika HP, Beliau temukan di teras masjid wlingi dan sekarang sedang beliau simpankan...(padahal banyak orang jk di kondisi tsb akan segera mematikan Hp tsb atau membuang kartunya dan memakai Hp nya) Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada beliau dan mengijinkan Hp tersebut diambil beberapa hari lagi oleh teman saya sesama konselor Ibu
Shanti Widyawati yg rumahnya di Blitar ttp kebetulan hari tersebut ada di bondowoso..

Tetapi Beliau langsung menjawab... "tidak usah pak... saya yakin bapak sangat membutuhkan Hp ini terutama nama" kontaknya... biar besok saya paketkan.. Insya Allah beberapa hari sampai di Ponorogo... minta tolong dituliskan alamatnya... Masya Allah... mulia sekali Beliau... dan saya berkeinginan nanti saya akan mengucapkan dan memberi tanda terima kasih kepada Beliau memakai alamat pengirim...

Esoknya beliau SMS ke no Hp istri menyapaikan Hp sudah terpaketkan dengan jasa pengiriman JNE jam 13.00... dan mungkin karena Beliau takut saya khawatir Beliau berkata lagi Insya Allah beberapa hari lagi paketan akan sampai di Ponorogo...
 

Dan hari ini.... Paketan HP itu benar" sampai di saya... dan.... Subhanallah, tanpa nama dan hanya tertulis "Saudaramu Di Blitar"... Ya Allah... inikah arti ukhuwah islamiyah... begitu mulianya beliau... bahkan sesaat kemudian saya telp beliau mengucapkan terima kasih dan menanyakan alamat... Beliaupun enggan memberikan alamat bahkan nama... 

Bapak yang baik.... dimanapun berada, terima kasih... semoga Allah SWT memberikan keberkahan umur kepada Bapak dan keluarga... memberikan keberkahan kesehatan kepada Bapak dan keluarga... memberikan keberkahan rejeki kepada Bapak dan keluarga... 

Saya yakin... kata" terima kasih tidak Bapak harapkan.. termasuk shere saya di FB... tapi saya hanya ingin berbagi... masih banyak orang baik di sekitar kita... dan kitapun punya kesempatan belajar mencontoh keihlasan Bapak menjadi orang baik ! Insya Allah...


***Dijaman sekarang ini, jujur itu sudah menjadi sesuatu yang langka. Kita sudah sering mendengar orang cerita kehilangan sesuatu, lalu barang tersebut dikembalikan oleh orang yang menemukan dengan imbalan tertentu atau seikhlasnya sebagai tanda terimakasih. Tapi pria mesterius ini sangat berbeda, bahkan memberitahukan namanya saja ia segan. Padahal sudah jelas ia memakai uang sendiri untuk ongkos mengirimkan paketan.

Semoga kita bisa belajar dari kejujuran dan keikhlasan pria misterius ini. Bukan cuma sekedar tentang ukhuwah islamiahnya saja, tapi lebih dari itu. Jika kita berbuat baik agar dilihat orang lain maka kita hanya mendapat satu kebaikan, yaitu pujian orang tersebut bahwa kita orang baik. Tapi jika kita berbuat baik semata-mata karena Allah, maka kita akan mendapatkan kedua-duanya. Allah akan mencatat sebagai amal shaleh yang kelak akan mendapatkan pahala kebaikan di akhirat. 

Seperti firman Allah SWT dalam surat Asy-Syuura ayat 20:

“Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat, akan Kami tambah keuntungan itu baginya, dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia, Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat”.
 
Semoga memahami makna yang disampaikan dengan hikmah yg baik dihati. Barakallah.(Rw/Sr)

Sumber: Status Facebook Gatot Ponco N
Sukai Artikel ini

Share This !

Baca Juga :