Uc Banner

Punya Uang Nanggung Untuk Beli Mobil Tak Cukup, Mau Dibelikan Cendol Kebanyakan. Ini Solusinya!



RadarIslam.com ~ Masalah keuangan kerap dialami oleh setiap kalangan, baik yang masih single maupun yang sudah berumah tangga. Punya uang sedikit kurang, punya uang tanggung tidak bisa membeli sesuatu yang sesuai selera, punya uang banyak eh, habis juga. Sedangkan handphone bagus, motor atau mobil masih tak terbeli juga. Bagaimana nanti bisa punya rumah yang nyaman dan mencukupi keluarga?
Keadaan seperti itu kadang membuat kita berfikir pendapatan kita yang kurang, tidak pernah sebanding dengan kebutuhan yang semakin hari yang semakin bertambah. Belum lagi ditengah sulitnya kondisi perekonomian. Peningkatan biaya hidup kian tak terbendung. Produk-produk konsumtif seperti Handphone, Motor, Mobil dan lain-lain yang saat ini sudah dijadikan sebagai gaya hidup selalu keluar versi terbarunya dengan pesona yang lebih menggiurkan, seolah tak pernah merasa cukup dalam memenuhi kebutuan. Bagaimana mengatasinya? Benarkah masalahnya terletak dari besar-kecilnya pendapatan?

“Seringkali masalahnya bukan terletak pada penghasilan yang kurang, tapi kebiasaan yang salah dalam mengelola uang,” ungkap Ligwina Hananto, ahli perencanan keuangan dalam sebuah acara Ayahbunda beberapa waktu lalu. Ternyata, dalam kenyataan, seorang ayah yang berpenghasilan ratusan juta rupiah bisa mengalami shock ketika menemukan uangnya tinggal Rp. 500.000,00 sebelum akhir bulan.

Ligwina memberikan beberapa kunci untuk mengelola keuangan secara sederhana:

1.    Pahami portfolio keuangan keluarga Anda.
Jangan sampai Anda tak tahu isi tabungan, jumlah tagihan listrik, telepon, servis mobil, belanja, biaya periksa dokter dan lainnya. Anda harus tahu berapa hutang kartu kredit, pinjaman bank atau cicilan rumah dan mobil.

2.    Susun rencana keuangan atau anggaran.
Rencana keuangan yang realistis membantu Anda bersikap obyektif soal pengeluaran yang berlebihan. Tak perlu terlalu ideal, sehingga lupa kebutuhan diri sendiri. Tak ada salahnya memasukkan kebutuhan pergi ke salon, spa atau clubbing. Yang penting, anggarkan jumlah yang realistis dan Anda pun harus patuh dengan anggaran tersebut.

3.    Pikirkan lebih seksama pengertian antara “butuh” dan “ingin”.
Tak jarang kita membelanjakan uang untuk hal yang tak terlalu penting atau hanya didorong keinginan, bukan kebutuhan. Buatlah daftar berupa tabel yang terdiri dari kolom untuk item belanja, kebutuhan dan keinginan. Setelah mengisi kolom item belanja, isilah kolom “kebutuhan” dan “keinginan” dengan tanda cek (V). Dari sini pertimbangkan dengan lebih matang, benda atau hal yang perlu Anda beli/penuhi atau tidak.

4.    Hindari hutang.
Godaan untuk hidup konsumtif semakin besar. Tapi bukan berarti dengan mudah Anda membeli berbagai benda secara kredit. Tumbuhkan kebiasaan keuangan yang sehat dimulai dari yang sederhana, seperti tak memiliki hutang konsumtif.


5.    Meminimalkan belanja konsumtif.
Bertemu teman lama untuk bertukar pikiran di kafe terkadang memang perlu, tapi tak berarti Anda harus melakukannya di setiap Jumat sore. Hanphone keluaran terbaru sudah beredar, Motor atau Mobil model lain sepertinya lebih menarik?. Stop dulu, pertimbangkan sekali lagi jika itu belum benar-benar dibutuhkan. Anda bisa gunakan pengeluaran ini untuk menabung atau memenuhi kebutuhan lain.


6.    Tetapkan tujuan atau cita-cita finansial.
Susun target keuangan yang ingin Anda raih secara berkala, bersama pasangan. Tetapkan tujuan spesifik, realistis, terukur dan dalam kurun waktu tertentu. Tujuan ini membantu Anda lebih fokus merancang keuangan. Misalnya, bercita-cita punya dana pendidikan prasekolah berstandar internasional dan sebagainya.


7.    Menabung, menabung, menabung.
Ubah kebiasaan dan pola pikir. Segera setelah menerima gaji, sisihkan untuk tabungan dalam jumlah yang telah Anda rencanakan sesuai tujuan atau cita-cita finansial keluarga Anda. Sebaiknya, Anda memiliki rekening terpisah untuk tabungan dan kebutuhan sehari-hari.

8.    Berinvestasilah!
Tentu Anda tak akan puas dengan hanya menunggu tabungan membumbung. Padahal cita-cita Anda untuk keluarga “selangit”. Inilah saat yang tepat untuk juga memikirkan investasi. Kini bentuknya macam-macam. Takut akan risiko investasi?! Tak perlu khawatir, Anda hanya perlu belajar pada ahlinya. Konsultasikan keuangan Anda dengan ahli keuangan yang handal! 

Sumber: ayahbunda.co.id
Sukai Artikel ini

Share This !

Baca Juga :