Uc Banner

Khayalan Para Pengasong Khilafah di Tanah Air

Radarislam.com ~ Para mahasiswa dan penggiat kajian pasti sudah tak asing lagi dengan sistem pemerintahan yang diperkenalkan oleh beberapa orang. Ya, apalagi kalau bukan khilafah. Biasanya sistem ini disponsori oleh organisasi bernama Hizbut Tahrir Indonesia atau HTI. Banyak pula artis atau mantan artis yang ikut memperkenalkan khilafah.  Para ustadz maupun pengusaha islam terus mendakwahkan sistem pemerintahan tersebut karena dianggap ideal  dan bisa menyelesaikan permasalahan yang sekarang membelenggu tanah air tercinta.

Banyak yang setuju jika khilafah diterapkan dan tidak sedikit pula yang menentang para pengusung sistem khilafah. Bagi yang sependapat, mereka beranggapan bahwa jika khilafah diterapkan sepenuhnya di Indonesia, permasahan negeri ini akan tuntas.  Mereka berdalih bahwa khilafah adalah sistem pemerintahan yang berdasarkan Al Quran dan hadits dimana keduanya merupakan pedoman utama bagi kaum muslim. Pengasong khilafah mengklaim bahwa sistem ini datangnya dari Allah SWT sehingga sistem khilafah merupakan bentuk pemerintahan yang sempurna. Jika benar diterapkan, tidak akan ada lagi kemiskinan, peperangan, ketidakadilan yang terjadi. Semua akan beres karena menggunakan pedoman yang datangnya dari Allah SWT. Islam akan jaya seperti dahulu dan bisa bangkit dari keterpurukan.

Sebagai manusia yang dianugerahi akal pikiran, sudah seharusnya kita mengkaji ulang pemikiran para pengasong khilafah tersebut. Benarkah apa yang mereka klaim tentang sistem khilafah? Atau yang selama ini mereka gembar gemborkan hanyalah manifestasi dari khayalan mereka saja? Mari kita bahas lebih lanjut.

Sistem khilafah memang pernah diterapkan oleh umat muslim beberapa ratus tahun silam dan pada akhirnya hancur kemudian tergantikan oleh sistem demokrasi. Dari sini kita bisa mengajukan pertanyaan. Mengapa sistem yang dianggap sempurna bisa runtuh dan digantikan oleh sistem lain? Benarkah khilafah merupakan perintah Allah SWT dan Rasulullah SAW?

Sebenarnya Al Quran dan hadits tidak menyebutkan secara eksplisit sistem dan bentuk negara seperti apa yang seharusnya dianut. Termasuk tidak membakukan sistem khilafah sebagai sebuah keharusan. Sewaktu Rasulullah SAW masih hidup, umat muslim memang sudah hidup dalam sebuah negara. Khilafah saat itu tidak dibentuk berdasarkan konsep normatif melainkan terjadi karena praktik historis. Konsep khilafah yang diwujudkan hanya menyangkut prinsip-prinsip kelembagaan saja. Setelah Rasulullah wafat, tidak ada dasar normatif mengenai sistem pemerintahan yang seharusnya dijalankan. Nabi juga tidak menentukan figur penggantinya dalam sistem pemerintahan. Bahkan kriteria-kriteria pemimpin pengganti para nabi pun ditentukan sendiri oleh para sahabat.

Al Quran dan hadits hanya mengatur dasar-dasar pemerintahan saja, tapi tidak mengatur bentuk negara dan pemerintahan seperti apa yang harus dijalankan. Lagipula, sistem khilafah yang diklaim paling sempurna saat ini ternyata juga memiliki kekurangan sebagaimana sistem pemerintah yang lain. Sehingga tidak benar sistem ini datangnya dari Allah SWT. Yang jelas ini adalah produk pemikiran manusia yang relevan hanya pada zamannya. Sistem khilafah juga bisa runtuh dan digantikan oleh sistem lain yang lebih sesuai dengan kebutuhan manusia modern.

Masihkan anda beranggapan bahwa konsep yang diusung para pengasong khilafah benar adanya?  Teriakan “Khilafah pasti kembali”  hanyalah  soal kepentingan politik yang lebih besar.  Percayalah.


Referensi: kompasiana.com, fourscholars.wordpress.com


Sukai Artikel ini

Share This !

Baca Juga :