Uc Banner

Nyala Untuk Yuyun, Puisi Sedih Dari Menteri Agama Lukmanul Hakim


Radarislam.com
~ Jika sebelumnya seorang netizen membuat narasi kisah pilu yang dialami Yuyun yang cukup menarik perhatian dan menjadi viral di media sosial, kali ini tak ketinggalan giliran Menteri Agama Lukmanul Hakim yang turut berempati  terhadap kasus ini dan mengungkapkannya dengan cara yang tak biasa.

Silahkan Baca disini : Namaku Yuyun Dan Inilah Kisahku. Jangan Sedih Bacanya Ya!

Bagi politikus PPP itu, kasus meninggalnya pelajar sekolah menengah pertama (SMP) asal Bengkulu, Yuyun (14) setelah diperkosa 14 pria remaja adalah sebuah tragedi. Peristiwa tersebut menggugah Menang untuk menciptakan puisi pada Kamis 5 Mei 2016. Puisi ungkapan kesedihan yang sekaligus sebagai kritik sosial.

Berikut ini puisi yang diciptakan Menag seperti dirilis dalam siaran pers Humas Kemenag, Sabtu.


NYALA UNTUK YUYUN

Tragedi Yuyun adalah puncak gunung es kasus perkosaan
Anak itu jadi korban kekerasan seksual yang mengenaskan
Banyak kasus serupa yang tak terlaporkan luput dari amatan
Yuyun juga bukan satu-satunya pihak korban
Tanpa mengecilkan kebejatan dan kebiadaban
Para pelaku pun sesungguhnya juga korban
Mereka korban lingkaran setan
Terjerat kriminalitas terbelenggu rantai kemiskinan

Pada kasus di Bengkulu yang begitu menghentak
Semua pelaku adalah remaja yang habiskan waktu dengan arak
Anak-anak putus sekolah yang kehilangan akal sehat
Melampiaskan energinya dengan berbuat jahat
Kondisi orang tua dan lingkungan setempat tak kalah kusut
Terhimpit beban hidup yang silang sengkarut
Ditambah pengabaian dan pembiaran elit
Kompleksitas persoalan menjadi begitu komplit

Kasus Yuyun makin nyalakan sinyal bahaya yang bikin miris
Remaja putri dibayangi kekerasan seksual teramat sadis
Trauma seumur hidup atau berujung kematian tragis
Remaja putra diintai bahaya pornografi dan miras sarat mudarat
Membuat mereka mati nalar jadi nekat berbuat jahat dan bejat

Sinyal bahaya itu harus kita seriusi dengan segala perhatian
Hukum pelaku dengan sanksi berat yang cerminkan keadilan
Perkuat ketahanan keluarga sebagai penjaga kebaikan
Perbanyak aktivitas pendidikan keremajaan
Hindari cara pandang misoginis yang puritan
Tingkatkan kepekaan atas potensi kekerasan anak dan perempuan

Selama ini kaum perempuan diposisikan sebagai biang masalah
Perempuan korban kekerasan seksual justru dituding salah
Upaya pencegahan hanya fokus pada satu sisi berat sebelah
Berkutat pada perempuan dilarang mengundang nafsu pria
Ini seperti penggembala yang diminta
Agar dombanya jangan menggoda serigala

Padahal dalam kasus Yuyun yang begitu pilu
Korban sama sekali tak hendak mengundang nafsu
Mempersoalkan baju yang ia pakai sungguh amat keliru
Ia dalam perjalanan pulang dari kegiatan mulia mencari ilmu
Rute yang ditempuh pun sudah biasa dia tahu
Ia bukan penyebab tragedi seperti yang dituduhkan itu

Maka belajar dari kasus ini
Ada cara lebih adil untuk menekan risiko terjadi
Yaitu dengan massif menanamkan kesadaran diri
Bahwa kapan dan di mana pun anak dan perempuan wajib dilindungi
Juga perlu dicari apa penyebab nafsu syahwat tak terkendali

Hingga hilang kewarasan berbuat keji tak manusiawi
Bila ternyata pemicunya adalah miras dan pornografi
Penyalahgunaan dua hal itu harus pula dibasmi

Kasus ini sungguh menampar kita semua
Menyadarkan betapa tugas memanusiakan manusia
Menjadi semakin tak sederhana

Yuyun sayang
Kamu telah berpulang
Kembali kepadaNya dalam dekapan kasih sayang

Kematianmu tak boleh sia-sia
Kita di sini akan terus berjaga
Lentera perlindungan anak dan perempuan harus terus menyala.



Dilansir dari situs resmi Kementerian Agama www.aceh.kemenag.go.id, pada Minggu (08/05), Direktur Pemberdayaan Wakaf Ditjen Bimas Islam Suardi Abbas bersama  Pgs Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu Bustasar, Kepala Kankemenag Rejang Lebong, dan Kepala Kankemenag Kepahyang  juga berkunjung ke kediamanan orang tua (almh) Yuyun, di Rejang Lebong untuk menyampaikan duka mendalam. Rombongan dari Kemenag ini juga melakukan ziarah dan berdoa di makam almarhumah, kemudian memberikan santunan langsung kepada keluarga.  

Mereka juga sempat membacakan puisi dari Menteri Agama yang diiringi kesedihan dari semua yang hadir. Setelah itu, para rombongan meninjau lokasi ditemukannya jenazah Yuyun yang berjarak sekitar 500 meter dari pemakaman. (*)

Sumber : dari berbagai sumber
Sukai Artikel ini

Share This !

Baca Juga :