Uc Banner

Nauzubillah! Ini Ancaman Allah Bagi Yang Tidak Mau Bayar Hutang

Radarislam.com ~ Manusia tidak pernah terlepas dari kekurangan termasuk kekurangan materi. Dalam kondisi yang terdesak seorang muslim diperbolehkan untuk berhutang. Tetapi kewajiban untuk membayar hutang wajib diingat. Sebab orang yang sudah berhutang tapi tidak berniat melunasi hutangnya akan dianggap sama seperti pencuri. Astaghfirullah. Pernyataan ini disampaikan oleh Rasulullah SAW.

“Siapa saja yang berhutang lalu berniat tidak mau melunasinya, maka dia akan bertemu Allah (pada hari kiamat) dalam status sebagai pencuri.” (HR. Ibnu Majah no. 2410)

Semoga Allah menjauhkan kita dari perilaku yang menganggap remeh harta orang lain seperti itu. Hadits lainnya yang senada dengan hadits di atas semakin memperkuat bahwa kita tak boleh mengambil harta orang lain kalau tidak ingin mendapat kemurkaan Allah:

“Barangsiapa yang mengambil harta manusia, dengan niat ingin menghancurkannya, maka Allah juga akan menghancurkan dirinya.” (HR. Bukhari No. 18 dan Ibnu Majah No. 2411).


Ada beberapa alasan yang mengharuskan seseorang membayar hutangnya walaupun jumlahnya besar sekali dan merasa tidak sanggup melunasi:
1.    Membayar hutang tepat waktu adalah ciri orang terbaik
Salah satu parameter menilai akhlak seseorang adalah dengan caranya membayar hutang. Kita bisa mengetahui karakter orang apakah ia pendusta, jujur, bisa menghargai orang lain atau tidak.
“Sesungguhnya yang paling baik di antara kalian adalah yang paling baik dalam membayar hutang.” (HR. Bukhari no. 2393).

2.       Allah akan membantu orang yang berniat melunasi hutangnya
Sebuah hadits mengatakan bahwa “Allah akan bersama (memberikan pertolongan pada) orang yang berhutang (yang ingin melunasi hutangnya) sampai dia melunasi hutang tersebut selama hutang tersebut bukanlah sesuatu yang dilarang olah Allah.” (HR. Ibnu Majah no. 2400).

3.       Orang yang mati syahid tidak akan diampuni dosa utangnya meskipun Allah akan mengampuni semua dosa selain hutang.

Seperti yang kita ketahui bahwa orang yang mati dalam keadaan syahid mendapatkan jaminan syurga selama dia melakukannya demi mendapatkan Ridho Allah SWT. Tetapi jika yang bersangkutan memiliki hutang, maka Allah tidak akan memaafkan dosa hutang tersebut kecuali orang yang menghutangi sudah ridha.

Sebuah hadits riwayat Muslim no. 1886 mengatakan bahwa “Semua dosa orang yang mati syahid akan diampuni kecuali hutang.” Jika seorang yang mati syahid nasibnya tidak jelas lantaran hutang bagaimana dengan kita?
Marilah kita segera melunasi hutang-hutang kita agar tidak tertangguhkan di hari kiamat nanti.

Baca Juga:
- Subhanallah, Kisah Ulama Naik Haji Meski Belum Ke Tanah Suci
- Kenali 3 Faktor Yang Menurunkan Kesuburan Pada Pria

Sumber: Ummi-Online.com
Sukai Artikel ini

Share This !

Baca Juga :