Uc Banner

Tak Capai Kesepakatan Dengan Arab Saudi, Warga Iran Tak bisa Naik Haji Tahun Ini

Radarislam.com ~ Arab Saudi mengumumkan bahwa Iran menolak kesepakatan perjanjian pengaturan jamaah haji pada tahun ini. Iran merupakan satu-satunya negara yang tidak setuju dengan kesepakatan haji yang telah ditetapkan. Iran sendiri meminta agar visa dari warganya digabungkan dan ada pembagian jatah transportasi. Sehingga jemaah bisa menggunakan maskapai Iran atau Saudi.

Kerajaan menyambut para jemaah dari seluruh dunia dan dari pelbagai latar belakang kewarganegaraan maupun mazhab serta tidak melarang setiap Muslim mengunjungi kota-kota suci. Tetapi, kunjungan tersebut harus dikelola dengan sistem dan panduan pengaturan urusan haji.

Dengan kebijakan ini, otoritas Saudi menegaskan tidak pernah memaksa jemaah Iran untuk mengunjungi area kerajaan dan melaksanakan umrah.

"Sebaliknya, larangan tersebut muncul dari Pemerintah Iran sendiri sebagai salah satu langkah untuk menekan Pemerintahan Kerajaan Saudi," demikian pernyataan kementerian.

"Kepemimpinan, pemerintah dan rakyat menyambut dan bangga dapat melayani jemaah haji dan umrah sebaik pengunjung dua masjid suci dari seluruh kewarganegaraan, mengingat layanan ini merupakan kewajiban penting dalam Islam," lanjur pernyataan tersebut.

Pengaturan jamaah haji memang dilakukan oleh Arab Saudi setiap tahun. Arab Saudi mengundang perwakilan dari negara-negara Arab dan Islam serta negara non Muslim yang mempunyai penduduk Muslim cukup banyak.  Setidaknya ada 78 negara yang ikut dalam perundingan ini termasuk Iran.

Bulan lalu, delegasi Iran telah melakukan pembicaraan selama empat hari di Saudi guna mencapai kesepakatan soal haji. Namun dengan ditutupnya misi diplomatik Saudi di Irak sejak Januari lalu, dan dihentikannya penerbangan maskapai Iran ke Saudi, pembicaraan itu pun menemui jalan buntu.

"Sabotase ini berasal dari Saudi," cetus Jannati kepada IRNA seperti dilansir media AFP, Kamis (12/5/2016). "Sikap mereka dingin dan tidak semestinya. Mereka tidak menerima usulan-usulan kami mengenai penerbitan visa ataupun transportasi dan keamanan jemaah haji," imbuhnya.

"Pejabat-pejabat Saudi mengatakan bahwa jemaah kami harus pergi ke negara lain untuk membuat aplikasi visa mereka," cetus pejabat tinggi Iran itu.

Pemerintah Iran bersikeras agar Saudi mengeluarkan visa lewat kedutaan Swiss di Teheran, Iran. Kedutaan Swiss memang telah menangani kepentingan Saudi sejak pemerintah Riyadh memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran pada Januari lalu, menyusul penyerbuan para demonstran Iran ke misi-misi diplomatiknya. Penyerbuan massa tersebut sebagai luapan kemarahan atas eksekusi mati yang dilakukan otoritas Saudi terhadap seorang ulama Syiah terkemuka.

Hubungan Iran dan Saudi juga telah dilanda ketegangan sejak tragedi Mina tahun lalu, yang menewaskan ribuan jamaah haji asing, termasuk 464 jemaah asal Iran.

Baca Juga:
-
Kisah Gus Miek Ketahuan Sholat Diatas Daun Pohon mangga
-
Hukum Berwudlu Tanpa Mengenakan Pakaian Setelah Mandi
 


 sumber: dream.co.id, detik.com
Sukai Artikel ini

Share This !

Baca Juga :