Uc Banner

Wahai Anak Sulung, di Pundakmu adalah Beban Dan Sejuta harapan

Radarislam.com ~ Menjadi anak sulung alias yang tertua punya cerita sendiri yang tentu berbeda dengan anak tengah atau bungsu. Anak sulung mesti menjadi panutan untuk adik-adiknya karena dia lahir terlebih dahulu.


Ya, sebagai anak yang paling tua, si sulung punya tanggung jawab yang besar. Tak ada tempat baginya untuk meminta tolong dan bermanja-manja. Namun, anak sulung juga punya banyak “keuntungan” yang bisa dia manfaatkan.

Apa saja sih yang sering dirasakan oleh si sulung?

Yang jelas, karena lahir terlebih dahulu, dia mendapatkan begitu banyak perhatian baik dari keluarga maupun orang tua. Dia selalu diajak kemanapun dan permintaannya juga jarang ditolak. Jadi anak pertama juga berarti menjadi kelinci percobaan karena orang tua belum berpengalaman merawat bayi atau anak kecil.

Ketika sang adik lahir...  
                    
Si sulung sedikit kaget saat adiknya lahir karena takut lihat kulit bayi yang memerah. Tapi beberapa bulan kemudian, si sulung anggap si adik lucu dan menggemaskan. Dia mulai mengajak adiknya bermain. Ketika inilah, si sulung merasa dia menjadi kakak. Sayangnya, dia harus menyadari kalau perhatiannya dibagi. Dia mungkin merasa tersisih dan tidak dianggap.

Ketika adiknya mulai besar, si adik sering mangganggu barang milik kakaknya. Si sulung merasa jengkel karena barang-barang atau mainannya dirusakin. Saking keselnya, si sulung kadang mencubit adiknya sampai nangis keras. Akibatnya, dia dimarahi sama orang tuanya. Kalau si adik ada apa-apa, pasti kakaknya yang disalahkan.

Tapi, enaknya jadi anak pertama itu adalah bisa memanfaatkan posisinya sebagai yang tertua untuk menyuruh adiknya melakukan perintahnya. Si adik biasanya jarang bisa menolak. Meski keduanya sering bertengkar, si sulung tetap sadar bahwa dia mesti menjadi kakak yang baik. Dia pasti siap sedia membantu adik-adiknya untuk mengerjakan tugas sekolah atau dimintai tolong buat PR.

Ketika sudah beranjak dewasa, anak sulung kembali mendapatkan keuntungan. Dia akan mendapatkan prioritas dalam pendidikan maupun fasilitas. Dia akan didahulukan kebutuhannya. Sedangkan si adik harus mengalah terlebih dahulu dan mendapatkan barang-barang –barang warisan si kakak.

Tapi previlage itu diimbangi dengan sikap orang tua yang tegas dan tanggung jawab si sulung yang berat. Sebagai anak pertama, dia menyadari bahwa dia punya adik-adik yang harus dibantu. Dia juga tidak boleh terlihat lemah di depan mereka. Si sulung bertanggung jawab menjadi teladan yang baik untuk adik-adiknya. Banyak yang menganggap anak sulung adalah gambaran dari sebuah keluarga. Jika ia jadi orang baik, begitu juga dengan adik-adiknya. sebaliknya jika adik-adiknya bermasalah, anak sulunglah yang akan terkena imbasnya.

Anak sulung adalah pemimpin yang dituntut harus bisa mandiri. Beban dan tanggung jawab besar akan selalu dipikulnya.  Berjuta harapan orang tua akan selalu ada dipundaknya.Tak jarang si anak sulung harus rela mengalah dalam banyak hal. Saat kondisi ekonomi yang dibangun kedua orang tuanya belum baik, ia harus rela mengenyam pendidikan ala kadarnya. Bahkan ia harus ikut berjuang membantu ekonomi keluarga agar adik-adiknya bisa bersekolah ke jenjang lebih baik lagi dibanding dirinya. Baginya, ada kebahagiaan sendiri saat melihat adik-adiknya sukses.

Baginya hanya ada 2 pilihan, berusaha menjadi mandiri atau keadaanlah yang akan membentuknya menjadi sosok yang lebih mandiri.

Dalam banyak studi kasus, anak pertama perempuan biasanya punya potensi lebih hebat ketimbang anak pertama laki-laki. Hal ini dikarenakan anak pertama perempuan lebih banyak mengalami kepahitan saat menjadi anak. Namun hal itulah yang membuat naluri keibuannya cepat tumbuh. Ia selalu terpanggil untuk menjaga-adik-adiknya,  tidak akan pernah rela membiarkan anak-anaknya kelak menderita sepertinya.

Well, menjadi anak sulung tidak seharusnya dianggap beban. Sebaliknya, itu harus menjadi tantangan. Menjalankan peran sebaik-baiknya sebagai anak tertua. 






Sukai Artikel ini

Share This !

Baca Juga :