Uc Banner

Sering Unggah Foto dan Video Seksi, Bintang Sosmed Asal Pakistan diduga Dibunuh Kakaknya Karena Alasan Ini

Radarislam.com ~ Qandeel Baloch, bintang media sosial asal Pakistan, tewas dibunuh. Wanita cantik tersebut diduga kuat dihabisi oleh saudara lelakinya sendiri demi kehormatan keluarga. Postingan Baloch dan komentar-komentarnya di media sosial memang kontroversial.

Azhar Akram, kepala kepolisian setempat, menyatakan bahwa Baloch ditemukan tidak bernyawa di rumahnya dekat kota kuno Multan, Provinsi Punjab, Jumat (15/7/2016) malam. Akram mengatakan bahwa pelakunya kemungkinan besar adalah saudara lelakinya yang sampai sekarang menghilang.

Juru bicara kepolisian Punjab, Nabeela Ghazanfar, mengungkapkan bahwa mayat wanita yang nama aslinya Fauzia Azeem tersebut ditemukan hari Sabtu. Ayah Baloch, Muhammad Azeem, mengatakan bahwa Waseem, putranya yang sudah mencekik Baloch.

“Dia tidak terima dengan foto-foto saudarinya di media sosial,” ungkap Azeem kepada wartawan di Multan. “Dia lari setelah mencekik Qandeel.”

Baloch memang terkenal dengan statementnya yang provokatif di media sosial. Seperti awal tahun ini, dia berjanji akan melucuti semua pakaiannya untuk kapten tim kriket Pakistan jika tim kriket tersebut menang terhadap India.

Ketika tim tersebut kalah, Baloch marah terhadap tim dari negaranya tersebut dan mengunggah sebuah video yang berisikan tariannya untuk tim India. Dalam video itu, dia hanya memakai bikini.

Baloch juga pernah pose dengan seorang ulama dan dia memperlihatkan belahan dadanya. Foto itu menimbulkan keributan sehingga Baloch merasa cemas dan meminta perlindungan dari pihak yang berwenang.

Baloch mendapatkan julukan sebagai Kim Kardashian-nya Pakistan karena dia membangun karier modellingnya lewat popularitas di media sosial. Sebelum meninggal, Baloch mengungkapkan kekhawatiran dia tentang keselamatan dirinya. Dia merasa tidak aman untuk kesekian kalinya. Sebelumnya, dia pernah mengungkapkan bahwa pesan yang ingin dia sampaikan adalah pesan tentang perubahan sebab dunia juga sudah berubah.

Kematian Baloch mengingatkan kembali tentang praktik pembunuhan demi kehormatan keluarga di Pakistan. 500 orang lebih, kebanyakan wanita, tewas setiap tahu akibat praktik seperti itu.

Hashtag #QandeelBaloch menjadi trending setelah kematian dia. Banyak pengguna media sosial yang menyatakan dukungan kepada Baloch. Namun banyak juga yang bersikap kontra terhadapnnya.

Baca Juga:
Ingin Anak Jadi Cerdas? Kasih 4 Jenis Makanan Ini
Heboh! Kakek Duda 64 Tahun Nikahi Gadis 18 Tahun, Maharnya Bikin Merinding
Sukai Artikel ini

Share This !

Baca Juga :