Uc Banner

Heboh Pendeta Mengaku Cucu Kiai Tebuireng, Ini Klarifikasi Pihak Pesantren

Radarislam.com ~ Baru-baru ini beredar video yang berjudul “Ex Muslim Cucu Kyai Pesantren Tebu Ireng Jadi Pendeta” di Youtube. Dalam video tersebut, seorang pendeta bernama Ruth Erwin mengaku bahwa dirinya adalah cucu dari kyai Pesantren Tebu Ireng.

Warga muslim, khususnya umat nahdliyin tentu tahu bahwa pesantren Tebuireng identik dengan pendiri NU Hadratussyech KH Hasyim As’yari. Pihak pesantren sendiri memberikan klarifikasi bahwa pengakuan pendeta itu tidak benar. “Pengakuan itu adalah kebohongan,” ungkap Koordinator Tim Klarifikasi H Luqman Hakim.

Sebelumnya,
gerakan Pemuda Ansor NU Kota Blitar, Jawa Timur, juga telah meminta oknum pendeta umat nasrani Kota Blitar ini segera menyampaikan permintaan maaf di media massa. Selain meresahkan umat Islam, khususnya di Kota Blitar, yang bersangkutan sudah mengakui pernyataanya tidak benar.

Berikut klarifikasi Pesantren Tebuireng seperti yang dilansir dari laman resmi mereka tebuireng.org :

Berkenaan dengan beredarnya video di Youtube tentang ceramah seorang pendeta yang bernama Ruth Ewin dari Gereja Yakin Hidup Sukses (YHS) Blitar yang mengaku sebagai cucu Kiai Tebuireng, Keluarga Besar Pondok Pesantren Tebuireng perlu menyampaikan beberapa hal:

1. Hasil temuan Tim Klarifikasi dengan pendeta Ruth Ewin dan pihak Gereja Yakin Hidup Sukses (YHS) Blitar, bisa dipastikan bahwa pengakuan Pendeta Ruth mengenai statusnya sebagai keturunan Kiai Tebuireng adalah kebohongan.

2. Kebohongan ini sudah diakui sendiri oleh Pdt Ruth Ewin di depan Tim Klarifikasi Pondok Pesantren Tebuireng dan disaksikan oleh Pengurus Gereja YHS Blitar di Hari Sabtu tanggal 25 Juni 2016.


3. Pihak Gereja YHS Blitar juga mengaku adanya peran aktif dan keterlibatan salah satu jemaatnya dalam proses pengunggahan video rekaman tersebut.

4. Peredaran video yang menjadi viral di media sosial itu sangat merugikan Keluarga Besar Pondok Pesantren Tebuireng. Kebohongan itu juga memicu prasangka dan kericuhan di masyarakat. Oleh karena itu, kami menuntut pertanggungjawaban dari Pdt Ruth Ewin secara pribadi dan Gereja YHS Blitar secara kelembagaan.

5. Keluarga Besar Pondok Pesantren Tebuireng menghimbau semua alumni dan muhibbin serta masyarakata pada umumnya untuk menyikapi video tersebut dengan proporsional dan tidak ikut menyebarkan video itu.

Demikian beberapa hal yang bisa disampaikan. Hanya kepada Allah kita memohon petunjuk dan pertolongan.

Tebuireng, 1 Juli 2016
Atas Nama Pondok Pesantren Tebuireng

H. Luqman Hakim
Koordinator Tim Klarifikasi


Baca juga
:
- Miris! Beredar Lagu Anak Berjudul Lelaki Kardus Dengan Lirik Mengumpat 

- Ada Pungutan Liar di Sekolah? Laporkan Ke Situs Kemendikbud Berikut Ini



Sukai Artikel ini

Share This !

Baca Juga :