Uc Banner

Klarifikasi Pernyataan Kontroversi KH. Said Aqil Terkait Pemimpin Non-Muslim

Radarislam.com ~ Ketua Umum NU KH Said Aqil Siroj (Kang Said) sering disorot sejumlah pihak terkait pernyataannya soal pemimpin non-Muslim. Pernyataan Kang Said yang membolehkan memilih pemimpin non muslim oleh sebagian masyarakat dianggap kontroversial dan dinilai menyalahi pandangan politik sekelompok muslim lainnya yang melarang umat Islam memilih pemimpin non-Muslim.

Menaggapi hal ini,
Wasekjen NU H Masduki Baidlawi (Cak Duki) di Jakarta, Selasa (26/4) memberikan tanggapannya. “Pernyataan Kang Said ini mesti dilihat secara utuh bagaimana pernyataannya terlontar,” kata  cak Duki sebagaimana dikutip Radarislam.com dari laman Nu.or.id (27/4/16).

Cak Duki menambahkan, pernyataan Kang Said itu bukan bermaksud untuk mendukung calon pemimpin non-Muslim. Kang Said lebih melihat pada aspek kejujuran dan keadilan dalam memilih pemimpin.

Karenanya pemimpin non-Muslim yang adil dan jujur dalam konteks khususnya Indonesia masih lebih baik daripada pemimpin muslim yang berbuat aniaya. Pasalnya unsur primer yang dibutuhkan dalam kepemimpinan baik pusat maupun daerah di Indonesia saat ini adalah kejujuran dan keadilan.

“Jujur dan adil ini sifat yang mungkin saja melekat pada diri muslim dan non-Muslim,” kata Cak Duki.

Pernyataan Kang Said juga bukan tanpa dasar. Itu sebenarnya pernyataan Sayidina Ali Ra yang dikutip Ibnu Taimiyah yang menyatakan bahwa negara yang adil akan kekal sekalipun ia negara kafir. Sebaliknya, negara yang zalim akan binasa sekalipun ia negara Islam.

“Yang benar itu ya pemimpin Muslim yang jujur dan adil. Tetapi kalau tidak ada, secara darurat dan terpaksa kita boleh memilih pemimpin non-Muslim yang memiliki integritas,” kata Cak Duki.

Baru baru ini saat dikonfirmasi, Kiai Said menyayangkan banyak berita yang menyatakan bahwa dirinya mendukung pemimpin nonmuslim. Baginya, kutipan berita-berita tersebut tidak sesuai dengan apa yang dia sampaikan selama ini. “Itu salah besar itu, salah besar itu. Mengutipnya tak benar itu,”
tegasnya.

“Kalau ada calon (pemimpin) muslim yang adil, jujur dan bersih, maka kita umat Islam harus memilih pemimpin yang muslim,” kata Kiai Said saat menerima kunjungan bakal calon gubernur Jakarta, Sandiaga S Uno di lantai 3 Gedung PBNU, Jakarta (22/6).


Terkait dengan kedatangan Sandiaga, Kiai Said menjelaskan, PBNU bukanlah partai politik, maka dari itu NU tidak bisa mendukung siapa pun. NU hanya bisa mendoakan dan merestui calon pemimpin yang memenuhi persyaratan di atas.

Baca Juga: Klarifikasi Pernyataan Kontroversi KH. Said Aqil Terkait Pemimpin Non-Muslim


“PBNU tak bisa dukung mendukung karena bukan partai politik, tapi mendoakan semoga lancar dan Allah memberikan kekuatan lahir batin,” ucap Pengasuh Pesantren As Tsaqofah tersebut. [Radar Islam/ Nu.or.id]
Sukai Artikel ini

Share This !

Baca Juga :