Uc Banner

Lahir Prematur dengan Otak Lumpuh, Fajar Jadi Penghafal Al Quran Termuda

Radarislam,com ~ Ustadz Yusuf Mansur mungkin merasa menyesal karena dia baru mengetahui akan sosok Fajar Abdurokhim Wahyudiono baru-baru ini. Fajar merupakan penderita Cerebral Palsy atau Lumpuh Otak sejak baru dilahirkan. Tetapi hal yang mengejutkan dari bocah ini adalah dia sudah bisa menyelesaikan hafalan Al Quran 30 juznya ketika dia masih berusia 4,5 tahun. Subhanallah!

“Fajar merupakan penghafal Al Quran paling muda di dunia. Masya Allah,” ungkap sang Ustadz.

‘Rencananya, dia akan diberangkatkan ke Makkah untuk ikut Masabaqah Hifzhil Qur’an Internasional tahun depan. Mudah-mudahan dia bisa menjadi pemenang. Amin,” kata Ustadz Yusuf.

Secara medis, Fajar memang menderita CP di mana fungsi otaknya terganggu. Begitu juga sistem sarafnya yang mengendalikan kamampuan gerakan, belajar, pendengaran, penglihatan, dan berpikir. Tapi Fajar bisa menghafal 30 juz. Benar-benar keajaiban.


Tak heran, beberapa syekh yang menguji hafalan Fajar berdecak kagum. Belum selesai dibacakan satu ayat, Fajar sudah bisa menyambung potongan ayat tersebut hingga beberapa ayat hingga ia disuruh berhenti. Tes hafalan Fajar terbukti juga dalam lomba Hifzil Qur’an dengan empat juri dari Timur Tengah yang diketuai oleh Syekh Ibrahim Rod dan tiga anggota Dewan Juri yakni Syekh Manshur Ayyash, Syekh Abkar Ruzaiq, dan Syekh Manshur Arrini. Usai acara, Fajar dihadiahi gaji sebesar 200 dolar AS selama satu tahun.

“Apa rahasianya sehingga bisa menghafal Al Quran seperti itu?” tanya Ustadz kepada ibunda Fajar saat tampil disalah satu acara Televisi.

“Sebenarnya dia bisa menghafal Al Quran karena tidak sengaja, Ustadz,” jawab Heni, Ibu Fajar.

“Masya Allah. Kalau tidak sengaja saja bisa menghafal Al Quran. Kalau sengaja bisa gimana ya?” sambung Ustadz Yusuf.

Sang ibu menceritakan bahwa Fajar terlahir prematur saat usia kandungannya menginjak 6,5 bulan. Dokter mengatakan bahwa Fajar menderita Cerebral Palsy sehingga harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Ketika mendapatkan perawatan di rumah sakit, ayah Fajar selalu rutin membawakan ASI (Air Susu Ibu) dan ketika dirinya mengantarkan ASI untuk Fajar, sang ayah selalu membacakan Al Quran ½ juz pada hari berikutnya di sore hari. Jadi, Fajar sudah mendengarkan Al Quran 1 juz tiap harinya sejak masih lahir.

“Saat mendapatkan perawatan di rumah, saya dan suami saya sepakat untuk memutar tilawah 24 jam sehingga dia selalu mendengarkan hal-hal yang baik saja tanpa berpikir dia akan bisa menghafalkan Al Quran,” ungkap Heni.
Fajar menghafal hanya dengan mendengarkan bacaan Alquran oleh orangtuanya saat ia lahir, 2 Oktober 2003, sejak dalam ruang perawatan intensif. Cara lain adalah memperdengarkan kaset murottal imam Masjidil Haram Abdurrahman Assudais. Karena itulah ia sangat mengidolakan Assudais dan punya cita-cita bertemu imam Masjidil Haram itu.
Pada usianya yang menginjak tiga tahun, Fajar bisa berbicara tetapi yang keluar dari bibirnya adalah potongan-potingan ayat Al Quran. Tetapi belum berurutan dan masih kebingungan dengan lanjutan ayatnya.

Orang tua Fajar lalu memanggil guru untuk mengajarkan dan membimbing hafalan Fajar. Dan hasilnya, Fajar bisa menghafal 30 juz pada usia 4,5 tahun dengan hafalan yang amat kuat.
Fajar sebenarnya sudah menghafal 30 juz. Namun, hal itu baru diketahui bahwa ia benar-benar hafal semua isi Alquran pada usia 4,5 tahun setelah dipastikan oleh ustadzah yang mendampinginya selama enam bulan.

Barakallah. [Radar Islam]







Sukai Artikel ini

Share This !

Baca Juga :