Uc Banner

Inilah Pahala Dan Kemuliaan Bagi Wanita Yang Mengandung Dan Melahirkan

Radarislam.com ~ Hanya Wanita secara harfiah dikodratkan untuk hamil dan melahirkan. Hamil dan melahirkan bukan perkara yang mudah. Dari masa kehamilan wanita sudah merasakan ketidaknyamanan, perubahan dalam diri serta mungkin rasa sakit dan kemudian pada saat melahirkan. Melahirkan adalah proses yang menjadikan jiwa ibu sebagai taruhannya. Masih banyak Ibu yang meninggal saat melahirkan. Bahkan ada penelitian yang mengatakan dalam proses melahirkan seorang wanita bisa merasakan sakit yang lebih dari batas sakit seorang manusia.

Alangkah bahagianya wanita yang mengandung dalam Islam, karena sesungguhnya muslimah yang hamil dalam Islam ternyata akan mendapatkan pahala dan kemuliaan di hadapan Allah SWT. Selain itu, Allah juga akan melimpahkan kebaikan kepada wanita mengandung dengan penuh kesabaran.

Baca Juga:  Ayah Ini Diam-diam Pasang CCTV Demi Putri Kecilnya, Yang Terjadi Mengejutkan!

Berikut ini merupakan penjelasan mengenai pahala dan kemuliaaan yang telah dijanjikan oleh Allah SWT untuk diberikan kepada muslimah yang mengandung.

1. Derajat Ditinggikan

Sebaik-baik wanita dan yang paling tinggi derajatnya adalah wanita yang mengandung lalu melahirkan, asalkan jika ikhlas dan sabar menjalani hal terse­but. Dari sinilah seorang ibu mempunyai hak lebih besar untuk ditaati oleh anak-anaknya dari pada seo­rang ayah sebagaimana firman Allah Subhanahu Wata’ala:
ووصينا الإنسان بوالديه إحسانا حملته أمه كرها ووضعته كرها و حمله و فصاله ثلاثون


Kami memerintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandung de­ngan susah payah dan melahirkan dengan susah payah (pula). Mengandung sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan.(Q.S. Al Ahqof:15)


Para ulama’ berkata bahwa kedudukan seorang ibu lebih tinggi dari seorang ayah dan lebih wajib ditaati oleh seorang anak, dengan dasar ayat di atas terse­but di mana Allah lebih menonjolkan jasa seorang ibu. Di mana digambarkan seorang ibu itu mengan­dung anaknya selama sembilan bulan dengan segala kesusahannya mulai ngidam, bengkaknya kaki karena beratnya beban, mencegah makanan yang dia suka, jika hal itu membahayakan janinnya. Sampai sakitnya melahirkan yang luar biasa dalam keadaan sadar an­tara hidup dan mati oleh karena itu haknya seorang ibu lebih besar dari pada seorang ayah terhadap anak­nya sampai tiga kali lipatnya sebagaimana sabda Rasul Shallallahu ‘Alaihi Wasallam:


عَن أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ الله عَنْهُ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُوْلِ الله  فَقَالَ ”يَا رَسُوْلَ اللهِ مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي أَيْ صُحْبَتِي“ قَالَ ”أُمُّكَ“ قَالَ ”ثُمَّ مَنْ“ قَالَ ”أُمُّكَ“ قَالَ ”ثُمَّ مَنْ“ قَالَ”أُمُّكَ“ قَالَ ”ثُمَّ مَنْ“ قَالَ ”أَبُوْكَ“ (متفق عليه)


Dari sahabat Abi Hurairah Ra berkata:Datang seorang sahabat kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam lalu bertanya: Sahabat: “Siapakah orang yang paling berhak mendapat kebaikan dan perhatianku”. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam: “Ibumu” Sahabat: “Lalu siapa” Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam: “Ibumu” Sahabat: “Lalusiapa” Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam: “Ibumu” Sahabat: “Lalu siapa” Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam: “Ayahmu”.
(Muttafaq ‘alaih)


Hal tersebut di atas menunjukkan akan besarnya pahala ibu yang mengandung seorang anak lalu melahirkannya.

2. Mati Syahid
Salah satu keutamaan wanita yang mengandung adalah ketika ia meninggal dalam keadaan melahirkan, maka dianggap sebagai mati syahid.

Rasulullah SAW bersabda:" Mati Syahid itu ada tujuh, selain mati terbunuh dalm perang fii sabilillah, yaitu: mati karena penyakit tha'un, mati karena tenggelam, mati karena penyakit lambung, mati karena sakit perut, mati karena terbakar, mati karena tertimpa reruntuhan, dan perempuan yang mati karena hamil atau melahirkan" (HR Ahmad, Abu Dawud, Nasai dan Malik).

 

Allah SWT memberikan jaminan kepada wanita hamil yang meninggal dunia dalam masa kehamilannya. Jaminan tersebut adalah untuk memperoleh surga sebagaimana yang dijanjikan Allah bagi para pria yang mati syahid di medan perang untuk membela agama Allah.
Kedudukan yang sangat tinggi bagi wanita yang meninggal saat kehamilan atau proses melahirkan ini menunjukkan betapa besae harkat yang diberikan Allah SWT dan Rasul-Nya kepada kaum wanita. Akan tetapi, wanita tersebut akan mati sia-sia jika kehamilannya itu merupakan hasil dari berbuat zina.


Baca juga: Bahagiakan Hati Istrimu, Maka Rejeki Akan Mengejarmu, Para Suami Bacalah!

3. Berjihad di Jalan Allah

Berjihad di jalan Allah tidak hanya dilakukan oleh pria yang sedang berperang saja. Namun, ketika seorang wanita yang mengandung mulai merasa sakit hendak bersalin atau melahirkan, maka Allah SWT akan mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad di jalan Allah SWT.

Itulah lima pahala yang akan diperoleh wanita yang sedang mengandung. Semoga dapat dipahami untuk selalu bersyukur atas rezeki Allah berupa titipan janin di dalam rajin dan tetap menjadi muslimah yang selalu menjalankan amalan sholeh. [Radar Islam/ alhabibsegafbaharun.com/ infoyunik.com]
Sukai Artikel ini

Share This !

Baca Juga :