Uc Banner

Terungkap Alasan Kenapa TV Mau Siarkan Langsung Sidang Kasus Jessica



Radarislam.com ~  Dalam mukadimah undang-undang tentang penyiaran tertulis bahwa; Frekuensi merupakan sumber daya alam terbatas dan merupakan kekayaan nasional yang harus dijaga dan dilindungi oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Undang-undang Penyiaran Nomor 32 Tahun 2002 sendiri berbunyi:

"Penyiaran diselenggarakan dengan tujuan untuk memperkukuh integrasi nasional, terbinanya watak dan jati diri bangsa yang beriman dan bertaqwa, mencerdaskan kehidupan bangsa, memajukan kesejahteraan umum, dalam rangka membangun masyarakat yang mandiri, demokratis, adil, dan sejahtera, serta menumbuhkan industri penyiaran Indonesia"


Dan undang-undang  No.32 tahun 2002 inilah yang menjadi  dasar utama bagi pembentukan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).  Sebuah lembaga independen di Indonesia yang kedudukannya setingkat dengan lembaga negara lainnya yang berfungsi sebagai regulator penyelenggaraan penyiaran di Indonesia.  

Singkatnya, publik berhak menggunakan, menikmati, dan mendapatkan manfaat dari frekuensi, baik yang dikelola oleh pemerintah atau komunitas sendiri maupun perusahaan yang bersifat komersial. Dan KPI lah yang bertugas mengatur dan mengawasinya.

Pertanyaannya, apakah penggunaan frekuensi ini memang benar-benar dimanfaatkan untuk sebesar-besarnya bagi kemaslahatan publik sesuai yang diamanatkan undang-undang atau hanya dijadikan komoditas oleh pihak-pihak tertentu untuk mengambil keuntungan sebesar-besarnya?

Salah satu contoh saja, konteks kasus sidang Jessica ini, apakah media benar - benar memenuhi kebutuhan audiens dalam hal ini?


Simak ulasannya seperti dikutip Radarislam.com dari Kapanlagi.com (9/9/16) sebagai berikut:

Kalau anda termasuk orang yang suka nonton TV saat pagi-siang hingga malam pasti ada sebuah acara yang sangat dikenal. Bukan, ini bukan serial Uttaran atau Jin dan Jun yang diputar ulang, melainkan adalah tayangan drama sidang Jessica. Yap, ini adalah kali pertama sidang kriminal bukan menjerat pejabat yang ditayangkan berjam-jam lamanya.


Mirna - Jessica semasa hidup, berteman lho!
Tentu pertanyaan terbesar bagi yang sudah sangat bosan melihat wajah Jessica Kumala Wongso dan pengacaranya, Otto Hasibuan, adalah kenapa sih kok ditayangkan terus? Kenapa TV-TV seperti TVOne, Kompas TV dan iNewsTV mau menayangkan sidang kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin itu? Jawabannya adalah sederhana, rating.
 
Bagi yang bekerja di media elektronik, pasti tahu kalau rating akan mempengaruhi pendapatan. Dan di mana ada program berating tinggi, pasti akan terus diperpanjang jam siar dan ditayangkan kalau bisa setiap hari. Sebut saja mudahnya sinetron Tukang Bubur Naik Haji (RCTI) atau Mahabharata (ANTV) yang sempat merajai rating dan malah ditayangkan lebih dari dua jam setiap harinya. Anda bosan? Mungkin. Tapi bagi pemilik stasiun TV, selama masih banyak yang menonton, maka pundi-pundi uang mengalir, maka akan terus ditayangkan tak peduli ada pihak yang mencemooh.

Hal itu pula yang terjadi pada penyiaran sidang Jessica. Tirto.id melaporkan dalam sidang ke-11 yang digelar 10 Agustus lalu, share Kompas TV melejit jadi 5,64% dan TvOne jadi 5,68%! Bandingkan dengan Metro TV yang tidak menayangkan sidang dan cuma mendapat 1,62%. Padahal jika tak menayangkan sidang Jessica, share rata-rata harian Kompas TV cuma 2,06% dan TvOne mencatat 3,43% saja.

Dan jika mendapat rating/share yang tinggi, apa yang akan ikut meningkat? Tepat, iklan. Dan hukum bisnis manapun jika iklan meningkat, maka uang akan datang. Meskipun perwakilan TV-TV yang menayangkan sidang kopi sianida menyebut tak ambil untung, fakta yang ada justru berbeda. Data yang diambil Tirto.id dari Adstensity, membuktikan kalau ketiga TV yang menayangkan sidang sianida meraih peningkatan pendapatan.

Baca Juga:
Hentikan Siaran Langsung Sidang Jessica!” Karena Tak Ada Manfaatnya bagi Publik, Share jika Setuju!

Contoh saja, dalam sidang 3 Agustus, TvOne mendapat uang Rp 9,9 M padahal dua hari sebelumnya meraih Rp 3,8 M dan sehari setelah sidang jadi Rp 5,8 M. Atau dalam sidang 1 September, TvOne mencatat raihan Rp 3,7 M dan Kompas TV memperoleh Rp 1,8 M.

Jadi, masih mengeluh kenapa sidang kopi sianida ini tak kunjung usai? [Radar Islam/ Kapanlagi.com]
Sukai Artikel ini

Share This !

Baca Juga :