Uc Banner

Wanita itu Tulang Rusuk, Bukan Tulang Punggung, Yang Setuju Share!

Radarislam,com ~ Wanita itu tercipta dari tulang rusuk, jangan pernah jadikan dia tulang pungung. Apakah para suami tak pernah kasihan melihat istri banting tulang sendiri bahkan berhadapan dengan hal yang membahayakan keselamatan dan kesehatan. Entahlah apa terpikir para suami melihat istri seperti itu!!!
Tidak jarang di zaman modern ini semua serba terbalik. Tugas mencari nafkah yang harusnya menjadi kewajiban suami justru dikerjakan oleh seorang istri. Istri sibuk banting tulang, sang suami hanya bermalas-malasan. Atau jika suami bekerja tapi kondisi keuangan belum mencukupi, lantas ia meminta istrinya juga turut bekerja memeras keringat.

Padahal tulang rusuk bukan sebagai penopang utama untuk mencari rezki, karena tulang rusuk tugas utama adalah sebagai ibu rumah tangga mempersiapkan segala hal berurusan dengan kerumahan bukan di luar berhadapan dengan panas dan debu. Di mana hati nurani seorang suami ketika melihat tulang rusuk sebagai tulang punggung!!


Jika seorang suami memahami kewajiban serta haknya sebagai tulang punggung, dia tidak akan meminta istrinya untuk bekerja untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Karena menafkahi serta mencukupi kebutuhan istri adalah tanggung jawab suami. 


Meskipun sang istri berpendidikan tinggi, punya pekerjaan dan skill yang sangat menjanjikan, tetap saja nafkah adalah 100% tanggungjawab dari seorang lelaki.

Jangan pernah zhalimi istri dengan memikulkan tanggung jawab yang amat berat padanya.

وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ لاَ تُكَلَّفُ نَفْسٌ إِلاَّ وُسْعَهَا
“Kewajiban ayah adalah memberikan makan serta baju pada para ibu dengan cara yang ma’ruf” (Al Baqarah: 233).

Kecuali sang istri merasa sadar diri dan rela hati menolong sang suami bekerja sama dengan keahlian yang dia miliki tanpa diminta atau dipaksa. Itu tidak masalah. Asalkan pekerjaan sang istri tidak keluar dari rambu-rambu syariah.

Mengurus anak dan menjadi ibu dalam rumah tangga itu sudah sangat melelahkan dan mempunyai tanggung jawab besar dibanding pekerjaan suami di kantor walau dengan jabatan setinggi apapun.

Lantas, sesudah istri Anda sepanjang hari merampungkan pekerjaan tempat tinggalnya, di senja hari Anda pulang dengan membawa capek, ia juga mesti menyiapkan diri dengan tampilan paling baik untuk menyambut Anda.

Pasalnya, bila Anda pulang sesaat kondisinya awut-awutan tidak terang, ekspresi Anda segera kecut, cemberut, serta tidak ‘berminat’ dengannya!
Lagipula, jika suami meminta pendapatan dan upah dari keringat istrinya, harusnya merasa malu karena harusnya itu menjadi tanggung jawab suami.

Islam merupakan agama yang memuliakan dan menjunjung tinggi hak-hak wanita. Suami tidak boleh memakai harta istrinya tanpa izin sang istri. Bahkan dia tidak punya hak akan harta waris yang dihasilkan oleh istrinya.

Hai suami.. Bertaqwalah pada Allah. Kezhaliman merupakan kegelapan pada hari kiamat nanti.

كفى بالمرء إثماً أن يضيع من يعول
“Seseorang bisa disebut pendosa jika dia menelantarkan orang-orang yang seharusnya menjadi tanggungjawabnya.”

[Radar Islam/ aisyafra.wordpress.com/ Dakwatuna]
Sukai Artikel ini

Share This !

Baca Juga :