Uc Banner

Mbah Ratim, Meski Sedang Sakit, Kakek Renta ini Tetap Berjualan Demi Menyambung Hidup



Radarislam.com ~ Sudah menjadi sifat manusia yang kadang selalu merasa kurang dengan apa yang telah diraihnya. Kita kadang selalu mengeluh dengan pendapatan yang tak kunjung naik sedangkan kebutuhan hidup semakin hari semakin bertambah.

Mbah Ratim (Tribuntravel.com)
Namun jika kita mau melihat kebawah, ternyata masih banyak orang-orang yang hidupnya serba kekurangan. Jangankan bisa beli gadget mewah, bisa makan kenyang sehari saja mereka sudah bersyukur. Mereka tak pernah mengeluh dalam mengais rezeki yang halal meski harus bersusah payah memeras keringat. Pantang baginya mengemis, meminta belas kasihan orang lain, apalagi mencuri.

Dan inilah yang dialami oleh seorang kakek renta yang berasal dari Kampung Garung RT 11 RW 04, Jalan pamarayan kec.kibin, Serang Banten. Beliau bernama Mbah Ratim. Di usianya yang sudah senja, yaitu 80 tahun, Mbah Ratim atau yang akrab disapa Mamang buang tersebut tetap bersemangat, walaupun sakit Ia tetap berjualan demi mendapatkan rezeki yang halal untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari­-hari.

Dilansir dari laman Facebook "Share If You Care", Mamang Buang ini memilih untuk berjualan di usianya yang senja. Meski demikian ia mengalami sejumlah hambatan karena kondisinya yang sudah lemah dan kakinya yang mulai membengkak akibat keseringan berjalan kaki sambil membawa dagangannya.

Mbah Ratim sendiri menjual apapun yang mampu ia jual seperti pisang, jagung atau hasil bumi lainnya. Yang terpenting baginya, usaha tersebut bisa menghasilkan uang, meskipun sedikit yang penting halal.

Meski Mbah Ratim memiliki sepeda tua untuk membawa dagangannya yang berat, namun tetap saja ia kesulitan untuk mengayuh lantaran kakinya yang kerap kesakitan. Sehingga Mbah Ratim hanya bisa menuntun sepeda itu untuk menjajakan dagangannya.

Mbah Ratim atau Mamang Buang biasanya berjualan di sekitaran Perum Cikande dan Cijeruk menuju daerah Kragilan Serang Banten. Kehidupan Mbah Ratim pun sangat sederhana dibalik rumahnya yang berupa gubuk di Kampung Garung.

Dalam fanpage Facebook tersebut dijelaskan juga kondisi rumah Mbah Ratim, jangankan untuk membeli perabotan rumah tangga, untuk makan sehari­-hari pun ia serba kekurangan. Admin laman ini juga mengingatkan agar netizen mau membeli dagangannya dan jangan menawarkan sedikit pun.

Sontak unggahan tersebut membuat sejumlah netizen merasa sedih dan mengomentari kondisi dari Mbah Ratim.

Salah satunya adalah akun bernama Gery Butter Cookies,  

“Aamiin, walau Mbah Buang mencari rezeki itu agak sulit, namun Allah akan memberikan yang terbaik buat Mbah Buang. Mudah­-mudahan dalam kedepannya nanti Mbah Buang akan mendapatkan rezeki yang berlimpah. Aamiin Amiin Amiin ya Rabb.” tulisnya.

Jika melihat Mbah Ratim berjualan tolong dibeli ya dagangannya. Meski kita merasa tidak membutuhkannya, dengan membeli dagangannya berarti kita sudah ikut membantu meringankan beban hidupnya. Jangan lupa dibeli dan disisihkan sedikit untuk sedekah, ” imbau pengguna akun Alaudien Al-Ghazali. [Radar Islam/ Tribun Travel]
Sukai Artikel ini

Share This !

Baca Juga :