Uc Banner

Redakan Kemarahan Istri Dengan Kata-kata Lembut dan Mesra, Para Suami Bacalah!

Radarislam.com ~ Mari belajar dari salah satu Khulafaur Rasyidin. Dia menjadi cahaya dari 2 orang yang dipilih oleh Allah. Siapa lagi kalau bukan Umar Bin Khattab. Pribadi yang satu ini sering digambarkan oleh Rasul sebagai sosok yang kuat dan menggetarkan hati siapa saja yang mendengarkan namanya. Bahkan syaitan pun lari jika Umar datang.

Ternyata para sahabat bisa menjadi teladan dalam urusan rumah tangga. Sudah menjadi hal yang biasa jika dalam rumah tangga kadang terjadi beda pendapat, bahkan karena hal-hal tertentu kemudian timbullah pertengkaran. Seorang istri, sebagai makhluk yang sangat sensitif kadang menjadi mudah marah. lalu bagaimana mengatasinya?

Wanita tercipta dari tulang rusuk pria yang bengkok, jika engkau memaksa dengan sekuat tenaga untuk meluruskannya, maka ia akan patah. Jadi, saat ia marah, bujuk dan beritahu ia dengan tutur kata yang lembut dan sikap yang baik, maka ia pasti mendengarkanmu. Karena hatinya itu tipis dan mudah terkoyak, maka sentuhlah ia dengan penuh kelembutan.
As Samarqandi meriwayatkan bahwa terdapat sebuah kisah tentang lelaki yang mengunjungi Umar Bin Khattab. Lelaki tersebut ingin bercerita kepada Amirul Mukminin soal istrinya yang cemberut dan mukanya masam. Sesampainya di depan pintu rumah Umar, lelaki tersebut mendengarkan istri Umar yang sedang mengomel.

Lelaki itu langsung mengurungkan niatnya mencurahkan hati kepada Umar. Tetapi Umar memanggil sang lelaki dari balik jendela. Lelaki itu lalu bercerita. Umar Bin Khattab pun mengatakan:

“Aku mendengarkan omelan istriku dengan baik. Aku tidak membantahnya sedikitpun karena aku memiliki alasan khusus yaitu: istriku merupakan penghalang antara aku dengan neraka. Hatiku selalu merasakan kedamaian setiap kali di dekatnya. Dia menjaga hartaku ketika aku pergi. Dia juga selalu mencucikan pakaianku. Dia membesarkan anak-anakku dan mendidik mereka. Kelima, dia membuatkan masakan untukku.”

Rasulullah SAW pun memiliki cara tersendiri untuk menenangkan hati istrinya yang lagi marah. Rasulullah SAW biasanya memijit hidung Aisyah jika wanita itu marah dan berkata “Wahai Aisy, bacalah doa: Wahai Tuhanku dan Tuhan Muhammad, ampunilah segala dosa-dosaku. Hilangkan segala kekerasan hatiku. Lindungi aku dari semua fitnah yang menyesatkan.” (HR. Ibnu Sunni).

[Radarislam/ Reportaseterkini]
Sukai Artikel ini

Share This !

Baca Juga :