Uc Banner

Debat Tafsir Al Maidah 51 dan Ironi Pengungsi Negara Islam yang Lari ke Negara 'Kafir'

Radarislam.com ~ Perdebatan tentang tafsir Al Maidah ayat 51 menjelang Pilkada DKI semakin meruncing. Tulisan ini diharapkan bisa menjadi bahan perenungan bagi kita semua.

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim." (Qs. Al-Maidah 51)

Banyak yang menggunakan tafsir dari Al Maidah 51 untuk menjegal salah satu calon gubernur Nasrani yang terkuat. Pertanyaan yang pantas kita ajukan adalah, benarkah ayat ini mengenai pemilu dan pemilihan gubernur?

Dalam sejarah Islam tidak ada yang namanya pemilu dan tidak ada yang namanya pilgub dan semacamnya. Pemilihan yang pernah terjadi adalah pemilihan khalifah. Itu hanya 5 kali dan melibatkan sekelompok orang yang bertempat tinggal di Madinah. Gubernur khususnya adalah pejabat yang ditunjuk oleh khalifah namun tidka pernah dipilih.

Jadi benarkah wali atau auliya itu hanya soal pemilihan pemimpin politik yang mana itu tak pernah terjadi?

Lalu, apa yang dimaksudkan dengan wali atau auliya? Wali merupakan pelindung atau sekutu. Ketika Nabi diusir dari Mekah, beliau menyuruh umatnya hijrah ke Ethopia. Di sana, dipimpin oleh seorang raja Nasrani. Dia melindungi kaum Muslim dari kejaran Quraisy  Mekah. Maka inilah yang disebut dengan wali atau orang yang melindungi.

Sedangkan ayat 51 yang dimaksud adalah soal pelindung dalam persekutuan saat perang. Tak ada kaitannya sama sekali dengan pemimpin. Itulah yang sering dibahas sebagian orang. 

Sedangkan di sisi lain kita menyaksikan berita yang menyedihkan. Orang-orang Arab muslim dari Irak dan Syiria terus mengungsi. Kemana? Ya ke Eropa. Apakah orang-orang Eropa merupakan Muslim? Sebagian besar bukan. Kebanyakan dari mereka justru Nasrani atau malah ateis. Namun orang-orang non muslim tersebut malah melindungi kaum Muslim.

Beranikah mereka yang rajin khotbah memelintir tafsir Al Maidah ayat 51 dengan nafsu politis kepada mereka yang mencari perlindungan di Negara yang dipimpin Nasrani?

Ironisnya mereka lari dari kaum muslim, pemimpin mereka sendiri. Bukan lari dari pemimpin kafir.

Tidakkah kita malu sebagai kaum muslim saudara-saudara kita didzalimi oleh saudara sendiri dan meminta perlindungan kepada kaum Nasrani dan Yahudi? Jangan nodai kesucian ayat-ayat dalam Alqurian hanya demi Politik dan kekuasaan. [Radar Islam/ Fb Kang Hasan]
Sukai Artikel ini

Share This !

Baca Juga :