11 Orang Disekap dalam Kamar Mandi Kecil Selama 18 Jam, Bagaimana 5 Orang Lainnya Bisa Selamat?

Radarislam.com ~ Dari total 11 orang yang disekap dalam kamar mandi berukuran 1,5 meter x 1,5 meter pada kasus perampokan sadis Pulomas, tercatat ada 5 orang yang selamat dari maut karena kehabisan oksigen, yakni Zanetta, Emi, Santy, Fitri, dan Windy.

Kapolres Jakarta Timur yaitu Kombes Muhammad Agung Budijanto menjenguk 5 korban selamat. Mereka masih dirawat di RS Kartika, Pulomas, Jakarta Timur. Mereka merupakan korban tindakan kriminal yang tinggal di rumah Dodi Triono (59), Jalan Pulomas Raya, Kayuputih, Pulogadung.

“Kondisinya masih baik-baik saja sampai sekarang. Mereka menunggu sehat dulu,” jelas Agung di Rumah Sakit Kartika.

Dia mengatakan bahwa semua korban yang selamat tak ada yang mengalami luka serius.

“Tidak parah. Kondisi psikisnya agak kurang. Tidak akan kami jelaskan secara rinci,” jelas Agung.

Motif tersebut akan dijelaskan lebih jauh setelah saksi dan korban diperiksa.

“Nanti deh. Nanti kan ada penyelidikan lebih lanjut. Sekarang masih diproses,” kata dia.

Secara terpisah, warga yang bernama Lutfi mengaku bahwa dia tidak menyangka ada kejahatan yang begitu sadis. 11 orang dikurung dalam kamar mandi. 

Lutfi adalah salah satu saksi mata yang mendobrak pintu kamar mandi itu. Lutfi melihat semuanya dengan mata kepala sendiri. Sebelas orang ditumpuk dalam sebuah ruangan sempit.

Kalau melihat kondisi, Lutfi yakin bahwa para pelaku kejahatan sudah merencanakan semuanya dengan baik.

“Pelakunya pinter. Recorder buat CCTV diambil. Tak ada di lokasi,” jelas Lutfi.

Lutfi pun ikut melihat-lihat kamar-kamar milik keluarga Dodi. Dalam kamar itu tak ada yang diacak-acak oleh para tersangka. Lutfi juga mengatakan bahwa kamar-kamar dalam keadaan rapi.

“Nggak ada yang rusak,” jelasnya.

Lutfi tak mengetahui apakah kasus ini adalah kasus perampokan atau ada motif lainnya.

“Tidak manusiawi. 11 orang ditaruh jadi satu. Dianiaya dulu baru meninggal di situ. Saya tidak tahu,” jelasnya.

Zanette Kalila Azaira (13) menangis saat prosesi pemakaman jenazah korban pembunuhan Pulomas di TPU Tanah Kusir, Jakarta, Rabu (28/12). Belum diketahui motif peristiwa tersebut, apakah perampokan atau pembunuhan. (Liputan6.com/Gempur M Surya)

Enam orang yang meninggal dunia yaitu Dodi Triono (59), Diona Arika Andra Putri (16), Dianita Gemma Dzalfayla (9 tahun), Amel (kawan Dianita), Yanto dan Tasrok (40). Keduanya yaitu Yanto dan Tasrok merupakan supir.

Banyak orang bertanya-tanya tentang bagaimana bisa ke-lima orang tersebut bisa bertahan hidup dalam kondisi yang sangat darurat seperti itu. Dikutip Radarislam.com dari Liputan6.com, melalui Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Erlinda, Zanette mengungkapkan bahwa mereka bisa selamat karena meminum air kran di kamar mandi.Tak hanya itu, para korban perampokan sadis Pulomas juga berusahan untuk dapat bertahan hidup dengan menyemprotkan air kran serta saling menguatkan.

Erlinda juga mengungkapkan jika Zanette adalah sosok yang luar biasa. "Luar biasa, dia punya suatu kekuatan dari diri sendiri untuk bertahan hidup dibanding orang dewasa," kata Erlinda
.

Hingga saat ini, Zanette dan 4 korban selamat lainnya saat ini masih dirawat di rumah sakit.

Berita Terkait:

- Inilah Identitas dan Sepak Terjang Tersangka Pelaku Pembunuhan Sadis di Pulomas yang Ditangkap oleh Polisi
Kenapa Pelaku Pembunuhan Di Pulomas Cepat Terkuak? Ternyata 2 Keteledoran Pelaku ini Penyebabnya
- Inilah Fakta Elsa Agnesya Kalangi, Istri Ketiga Dodi Triono Korban Sadis Pembunuhan Pulomas
- Begini Pengakuan Pembantu yang Selamat dari Pembantaian Keluarga Dodi Triono

"Kemungkinan minggu depan (keluar rumah sakit), masih ada survei medis dan lainnya," ujar Erlinda. Di rumah sakit, Zanette ditunggu oleh ibu kandungnya. "Dia sama mamanya, mamanya yang mendampingi," imbuh Erlinda. [Radar Islam' Liputan6]
Sukai Artikel ini

Share This !

Loading...
loading...