Uc Banner

Bambang Tri Mulyono, Profil dan Sepak Terjangnya, Penulis Buku Jokowi Undercover yang Ditahan Polisi

Radarislam.com ~ Penulis Buku berjudul “Jokowi Undercover”, Bambang Tri Mulyono ditahan oleh penyidik Bareskrim Polri. Dia ditangkap setelah dirinya diperiksa di Polsek Tunjungan, Jateng pada tanggal 30 Desember 2016 silam.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Polisi Rikwanto mengatakan bahwa Buku Jokowi Undercover hanya berisi dugaan saja dari Bambang Tri.

“Tersangka tidak mempunyai dokumen pendukung yang menguatkan tuduhannya kepada Bapak Jokowi ketika mengajukan diri sebagai capres di KPU Pusat,” jelas Rikwanto di Jakarta sperti dikutip Radarislam.com dari laman liputan6.com (31/12/2016).

Bambang Tri juga telah menyebarkan kebencian pada keturunan PKI yang tak tahu menahu soal peristiwa G 30 S PKI Madiun 1948 dan 1965.

“Pelaku telah ikut menyebarkan kebencian pada masyarakat yang bekerja dalam bidang jurnalisme soal statement BTM di halaman 105. Pada halaman tersebut dinyatakan bahwa Jokowi-JK merupakan pemimpin yang muncul karena keberhasilan media massa membohongi rakyat. Motif tersangka hanyalah ingin membuat buku yang menarik minat masyarakat” jelas Rikwanto.

Rikwanto pun menambahkan bahwa Bambang tri menyebutkan Desa Giriroto, Boyolali adalah basis PKI yang paling kuat di Indonesia. Nyatanya, tahun 1966, PKI sudah resmi dibubarkan.

Lebih lanjut, analisa dalam bukunya itu sama sekali tidak didasari keahlian apapun melainkan hanya persepsi dan perkiraan tersangka pribadi

"‎Soal foto dia bilang menggunakan analisa fotometrik. Ditanya darimana keahlian itu, dia jawab cari di google. Disana ada petunjuknya kemudian dia membandingkan foto satu dengan yang lain. Lalu disimpulkan sendiri," tutur Rikwanto.

Karena perbuatannya, Bambang Tri dijerat pasal 16 UU No. 40 Tahun 2008 soal diskriminasi ras dan etnis serta pasal 28 ayat 2 UU ITE. Dia telah diamankan di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya.

“Barang bukti yang sudah diamankan adalah komputer, telepon genggam tersangka, flashdisk, dan buku berjudul “Jokowi Undercover”, dokumen ketika Jokowi mendaftar di KPU Pusat dan pemeriksaan Labfor Bareskrim,” pungkas Rikwanto.Kapolri Jenderal Tito Karnavian juga angkat bicara soal Bambang yang disangka dugaan penyebaran ujaran kebencian dan berbau SARA merujuk karyanya Jokowi Undercover."Saya sudah suruh penyidik untuk mendalami siapa yang menggerakkan dan siapa yang mengajari dia karena kalau dilihat kemampuan dia, kemampuan menulisnya berantakan dan tidak sistematis," ungkap Tito di Mabes Polri, Rabu (4/1/2017).

Profil dan Sepak Terjang Bambang Tri Mulyono

Pasca menulis buku, Bambang Tri Mulyono juga aktif menyuarakan isi bukunya tersebut di media sosial. Terutama Facebook. Status-status yang ditulisnya begitu ”berani”. Tidak hanya ditujukan kepada Joko Widodo (Jokowi), tapi juga instansi lain seperti Polri. Bambang Tri juga menegaskan siap menghadapi segala risiko. Termasuk dipenjara dan diseret ke meja hijau.

Dalam sebuah video yang diunggah 23 Desember 2016, Bambang Tri menyebut langkahnya itu sebagai aksi bela negara. ”Saya tidak rela lembaga kepresidenan dilecehkan seseorang yang memalsukan daftar riwayat hidupnya,” kata Bambang Tri dalam video berdurasi 1 menit 29 detik tersebut.


Terkait informasi rinci dan background lengkap tentang siapa dari Bambang Tri ini, akun facebook pribadinya sempat mengunggah scan KTP dengan nama lengkap Bambang Tri Mulyono, Lahir di Blora, 05 Mei 1971. Beralamat di Sukorejo Kecamatan Tunjungan Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah

Bambang Tri merupakan lulusan
SMA Negeri 1 Blora, lalu pada tahun 1988 ia melanjutkan studi ke Universitas Diponegoro Semarang. Lantaran tak betah Bambang hanya bertahan dua semester.‎ Selanjutnya, Bambang mengikuti tes masuk perguruan tinggi lagi dan diterima di Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman."Di Unsoed ini sebenarnya hanya tinggal skripsi saja, tapi juga tak pernah diselesaikannya," kata Endah Suhartini, Kakak Bambang Tri.

Kediaman keluarga Bambang Tri tak begitu jauh dari pusat Kota Blora, hanya sekitar tujuh kilometer ke arah barat. Keluarga Bambang Tri Mulyono, cukup terpandang di kampung tersebut.

Bambang Tri
merupakan bungsu dari enam bersaudara. Kakak sulungnya, Endang Suhartini (62), adalah mantan Kepala Desa Sukorejo.
Sedang kakak keduanya, Bambang Sadono, merupakan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dan ketua Badan Pengkajian MPR. Bambang Sadono juga tercatat sebagai mantan wakil ketua DPRD Jawa Tengah dan politikus Partai Golkar.

”Bambang Sadono kan tinggal di Jakarta. Jadi, rumah yang ini ditempati Bambang Tri,” terang seorang tetangga Bambang Tri seperti dikutip Radarislam.com dari laman Jawapos.com (01/01/17).


Namun saat dikonfirmasi, Bambang Sadono, kakak Bambang Tri mengaku tidak tahu apa motif adiknya menulis buku Jokowi Undercover. Apalagi dia juga belum membaca buku tersebut. Tapi, pekerjaan Bambang Tri memang penulis buku. ”Dia itu penulis buku. Saya pernah lihat bukunya yang lain,” ujarnya.


Sedangkan menurut istrinya
, Ny Desi (34), sehari-hari Bambang Tri tak banyak beraktivitas di luar rumah. Waktunya diisi dengan beternak ayam dan mengurus kambing.

"Hanya, kalau malam sering baca-baca buku. Selanjutnya, terkadang mengetik di laptop. Ngetik apa saya juga nggak tahu," akunya.

Pandangan Politik Bambang Tri Mulyono



Seperti yang diunggah dalam status-status facebooknya, Bambang Tri diketahui berafiliasi politik yang berseberangan dengan Jokowi. Ia merupakan pengagum berat Prabowo Subianto yang menjadi lawan Jokowi saat Pilpres 2014 lalu.


Bambang Tri pernah mengunggah foto saat bersama dengan Fadli Zon, Wakil ketua DPR RI periode 2014-2019, yang juga menjadi wakil ketua Parta Gerindra yang dikenal sebagai salah satu tokoh yang sangat dekat dengan Prabowo Subianto, foto tersebut di unggah pada 21 April 2013 hampir 1 tahun sebelum pertarungan Pilpres 2014.


Bambang Tri diketahui juga sering mempromosikan Prabowo Subianto saat musim Pemilu 2014. Tapi kemungkinan ia hanya simpatisan karena belum ada bukti kalau dirinya adalah kader politik salah satu partai.

Berdasarkan data di Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Blora, Bambang Tri juga tidak tercatat sebagai pengurus lembaga swadaya masyarakat (LSM), organisasi masyarakat (ormas), maupun organisasi politik (orpol) tertentu
.

Buku Jokowi Undercover


Sebelum menulis Jokowi Undercover, Bambang sudah menerbitkan buku berjudul Adam 31 Meter, Mencari Tanda Tangan Tuhan & Ayat-ayat Emas Evolusi dalam Alquran
. Sayangnya, respons pasar terhadap buku ini tak seperti yang diharapkan Bambang yang berakhir pada kekecewaan. Sejak itu ia menghabiskan banyak waktu di rumah.


Sepertinya, penemuan foto sosok seseorang yang mirip Jokowi menjadi berkah bagi Bambang Tri, dari sinilah kemudian ia membuat analisa lalu mengaitkan Ayah Jokowi dan PKI. Terlepas dari fakta apa sebenarnya dibalik foto tersebut, yang jelas foto tersebut memang asli karya Fotographer media asing saat meliput kegiatan kampanye DN Aidit pemimpin Partai Komunis Indonesia, foto tersebut dimuat pada halaman Wikipedia tentang PKI.


Buku Jokowi Undercover yang ditulis Bambang Tri Mulyono tidak didukung data primer dan sekunder yang dapat dipertanggungjawabkan. Kebanyakan hanya menggodok tentang isu Jokowi dan PKI. Tidak jelas metodologi keilmuan apa yang ia gunakan namun analisanya dianggap sebagian orang hanyalah cocoklogi atau penafsiran berdasarkan imajinasi pribadinya semata.




Berikut beberapa analisa yang dibuat Bambang Tri yang diunggah dalam akun facebook pribadinya



Yang menggelitik dari gambar tersebut adalah Bambang Tri mencoba mencocok-cocokan struktur tubuh pria yang mirip Jokowi pada foto kampanye Aidit dengan foto Alm. Ayah Jokowi. Dalam buku tersebut Bambang ingin meyakinkan pembaca bahwa pria tersebut adalah ayah Jokowi, bak ahli ortopedi struktur tubuh dan ahli biologi, Ia mencoba membuat pembaca yakin bahwa orang yang di foto tersebut adalah ayah Jokowi sehingga tuduhan Jokowi adalah keturunan PKI bisa dipercaya (Sumber: Akuraik.com)


Unggahan foto Bambang Tri di akun facebook berikutnya menunjukkan sebuah gambar yang juga dimuat dalam buku kontroversinya. Terlihat sosok yang mirip Jokowi pada kampanye PKI tersebut kembali disandingkan dengan foto ayah Jokowi, kedua foto itu diberi garis-garis satu sama lain. Anehnya, dengan ajaib tiba-tiba muncul kesimpulan bahwa ayah Jokowi adalah orang yang ada pada kampanye tersebut (Akuraik.com)

Baca Juga:

- Setelah Bambang Tri, Prof Tamim Pardede Kini Diburu Polisi Karena Dugaan Fitnah Jokowi
- Difitnah Bentuk Dewan Revolusi Nasional (DRN) Oleh Bambang Tri, Ini Klarifikasi Gus Mus
- Siapakah Rizal Kobar Dan Jamran? Kakak Beradik Yang Ditangkap Polisi Terkait Kasus Dugaan Makar



Klaim sepihak tanpa disertai data yang akurat tentulah sangat rapuh. Apalagi jika dilihat dari latar belakang Bambang Tri bukanlah seorang ahli telematika yang tersertifikasi atau memiliki keahlian Cyber Forensic yang mumpuni dan dapat dipertanggung jawabkan.
[Radar Islam/ Berbagai Sumber]
Sukai Artikel ini

Share This !

Loading...
loading...