Cerita Mengharukan Dibalik Tulisan 'Peduli Mualaf untuk Berobat' di Kardus Pria ini

Radarislam.com ~ Sebuah kisah yang mengharukan datang dari kota Bogor. Seorang pria membawa sebuah tas selempang hitam. Di dalamya ada bungkusan obat yang tidak terisi lagi. Dia duduk di sepanjang trotoar Jalan Kapten Muslihat, Bogor. Lebih tepatnya di seberang Stasiun Bogor.

Dikutip Radarislam.com dari laman Tribun Bogor, Pria tersebut bernama Achmad Handoyo. Dia duduk bersimpuh dengan alas kardus air mineral. Pakaiannya kumal. Celana dan kemeja lengan panjangnya lepek karena bercampur keringat. Dia mengenakan  sandal jepit hijau siang itu.

Dia bukanlah warga Bogor. Dia menghuni kontrakan di Depok. Dua hari sudah, Achmad duduk di situ. Tak hanya duduk, Achmad juga menaruh sebuah kotak bekas kemasan air mineral di sampingnya.

“Peduli Mualaf untuk Berobat.” Begitulah judul tulisan di kardus itu.

Terdengar sederhana, namun ada cerita yang sangat mengharukan di balik tulisan itu.
6 bulan lalu, lelaki 51 tahun itu menjadi mualaf. Sedangkan istri dan orang tuanya belum menjadi mualaf. 

Namun hubungan Acmad dengan sang istri masih berjalan dengan baik. Mereka hidup di sebuah kontrakan dengan sang anak yang juga belum menjadi mualaf. Tetapi, keputusan itu ditentang oleh mertua.

“Sebelum saya menjadi mualaf, saya kerja sama mertua. Sekarang sih udah nggak lagi,” jelasnya.

Sebelum memutuskan ke Bogor, Achmad bekerja sebagai penjaga toko alat tulis di Jakarta. Kebutuhannya masih terpenuhi. Selain untuk makan, Achmad masih bisa membeli obat untuk sakit yang dia derita.

“Saya sudah periksa ke klinik. Dokter mengatakan saya menderita asma. Saya sering mengalami sesak nafas,” jelasnya.

Dalam kondisi seperti ini, dirinya memutar otak. Dia lalu pergi ke Bogor dengan uang Rp 4 ribu saja. Bogor dipilih karena dia bisa dengan leluasa mengais rejeki tanpa seorang pun mengenalnya.
Baca Juga:


Kalau saya minta-minta di Pom tidak enak, malu, takut ada yang kenal,” pungkasnya. [Radar Islam/ Tb]
Sukai Artikel ini

Share This !

Loading...
loading...