Uc Banner

Masih Ingat Dora Natalia Yang Cakar Polisi? Duh, Nasibnya Sekarang Bikin Trenyuh

Radarislam.com ~ Masihkah ingat dengan polisi lalu lintas yang diserang oleh wanita berjilbab beberapa bulan lalu? Namanya adalah Dora Natalia Singarimbun. Perempuan ini telah menyerang seorang polisi bernama Aiptu Sutisna. Tidak hanya memaki namun juga kasar secara fisik.


Video yang sempat menjadi viral menunjukkan keganasan yang membuat heboh media sosial. Dora Natalia pun mendapatkan kritikan yang pedas dari netizen. Dia sudah meminta maaf. Aiptu Sutisna juga sudah mencabut tuntuannya. Sayang, Dora masih saja mendapatkan cibiran. 

Yang bikin trenyuh, Dora tetap mendapatkan hukuman dari instistusi tempatnya bekerja, berbanding terbalik dengan nasib Aiptu Sutisna mendapatkan penghargaan.

Aiptu Sutisna  pun bahkan mendapatkan hadiah untuk melakukan umroh. Sedangkan Mahkamah Agung sebagai tempat kerja Dora memberikan sanksi atas perbuatannya. Sebelumnya, Dora menjabat sebagai Eselon IV MA. Kini, dia dimutasi sebagai staf biasa di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Pekanbaru.

Keputusan MA ini tidak dilakukan begitu saja namun melalui berbagai pemeriksaan terlebih dahulu mengenai kasus yang menimpa Dora.

Dora Natalia Singarimbun di hari pertama bekerja di PTUN Pekanbaru, Rabu (4/1/2017). [TRIBUN PEKANBARU/BUDI RAHMAT]
"Kalau pun dimutasi pakai hati, saya kan masih ada anak kecil. Kecuali saya melakukan tindakan memalsukan tanda tangan, bermain perkara, okelah saya dimutasikan," cerita Dora di PTUN Pekanbaru, seperti dikutip Radarislam.com dari laman Tribun Pekanbaru, Rabu (4/1/2017).Dora sangat menyayangkan hanya karena pertengkarannya dengan polisi di tengah jalan harus dimutasi. Ia menganggap apa yang dialaminya adalah peristiwa yang biasa terjadi di jalanan sehingga ia anggap sepele."Tapi Mahkamah Agung malu, malunya apa di situ? Begitu loh. Apapun (sanksi, red) itu saya terima. Buktinya saya datang ke Pekanbaru dan saya sudah melapor ke Pak Ketua," imbuh Dora.Ia mengaku siap ditempatkan di mana pun. Diketahui, Dora ditempatkan di Bagian Perencanaan Informasi Teknologi dan Pelaporan di Kesekretariatan PTUN Pekanbaru.

Netizen pun berkomentar, “Eselon IV? Turun jabatan tanpa jabatan tragis banget nasibnya. Cicilan mana belum lunas.”

Ada pula yang memuji MA.
“Keputusannya bagus. Hukuman untuk Dora ini hanya peringatan agar tidak ada lagi orang-orang yang tidak menghargai tugas para polantas. Semoga menjadi pelajaran.” [Radar Islam/ Tribunnews]
Sukai Artikel ini

Share This !

Loading...
loading...