Uc Banner

Suara Agus-Silvy Anjlok Dalam Pilkada DKI Jakarta 2017 ternyata Disebabkan Hal ini

Radarislam.com ~ Perolehan suara pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI nomor urut satu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) - Sylviana Murni merosot dibanding dua lawannya yakni Ahok - Djarot dan Anies - Sandi.


Hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei sejauh ini, menunjukkan perolehan suara AHY-Sylvi tak pernah sampai ke angka 20 persen. Misalnya pada quick count yang dilakukan Jaringan Suara Indonesia (JSI). Dengan perolehan data yang masuk 82,12 persen, pasangan AHY-Sylvi memperoleh suara 17,73 persen.

Tentunya merosot jauh dibanding perolehan angka pasangan calon nomor urut 2, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Syaiful Hidayat mencapai 40,74 persen sedangkan pasangan calon nomor urut tiga, Anies Baswedan-Sandiaga Uno unggul dengan 41,53 persen. Padahal, dalam survei-survei yang dilakulan sebelumnya pasangan AHY-Sylvi sempat menduduki unggul pada peringkat pertama.

Menurut Manajer JSI, Rudi Ruswandi menerangkan berdasar sejumlah survei yang dilakukan pihaknya, pasangan Basuki-Djarot memiliki pemilih dari pendukung yang solid. Hal tersebut ditandai dengan stabilnya perolehan suara Basuki-Djarot dalam sejumlah survei sebelum hari pencoblosan sekitar 30 persen.

Sementara pemilih pasangan Agus-Sylvi dengan pemilih pasangan Anies-Sandi selalu fluktuaktif. Bahkan saat survei menunjukkan pasangan Agus-Sylvi unggul, pasangan Anies-Sandi malah menurun dan bisa terjadi sebaliknya.

"Ketika di awal (masa kampanye) pasangan nomor satu melejit, sekarang kok pasangan nomor tiga yang melejit. Ini karena pemilih paslon nomor satu dan paslon nomor tiga beririsan. Yang punya pemilih yang solid itu paslon nomor dua. Jadi ketika nomor paslon nomor tiga naik, maka paslon nomor satu tergerus suaranya. Demikian juga sebaliknya," kata Rudi dalam konferensi pers Quick Count JSI Pilkada 2017 seperti dikutip Radarislam.com dari laman Beritasatu.com (15/2/2017).

Menurutnya merosotnya suara Agus-Sylvi dan semakin naiknya elektabilitas suara Anies-Sandi disebabkan salah satunya faktor penampilan dalam tiga kali debat kandidat. Mayoritas warga Jakarta merupakan pemilih rasional.

"Efek dari debat sangat berpengaruh, sekitar 80 persen pemilih Jakarta menonton debat dimana nilai disitu yang selalu unggul paslon nomor 2 dan 3," katanya.

Rudi mengungkapkan, dilihat dari hasil sementara menunjukkan isu agama tidak begitu mempengaruhi Pilkada DKI. Isu yang bergulir dari awal hingga akhir masa kampanye tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap para pemilih Jakarta.

"Isu agama tidak berpengaruh banyak. Perselisihan antara Ahok dengan Ketua Umum MUI, KH Ma'ruf Amin yang kemarin itu juga tidak terlalu berpengaruh," ujarnya.

Dari hasil quick count, Rudi melihat ada dua kubu dalam Pilkada DKI yakni pro-Ahok dan anti-Ahok. Kubu anti-Ahok terbagi untuk suara dua pasangan calon, yakni pasangan Agus - Sylvi dan pasangan Anies - Sandi.

Melejitnya suara Anies - Sandi, karena semakin gencarnya intensitas kampanye yang dilakukan pasangan yang didukung Partai Gerindra dan PKS tersebut menjelang masa tenang.

Baca Juga:


"Sekarang paslon nomor 3 melejit, kalau saya lihat di lapangan karena keaktifan belakangan ini dengan berbagai atribut yang disebarkan. Paslon nomor 3 lebih banyak aktivitasnya ketimbang paslon nomor 1," tandasnya. [Radarislam/ Bs]
Sukai Artikel ini

Share This !

Loading...
loading...