Doa Gagal Terkabul, Kemungkinan Besar Inilah Sebabnya - Radar Islam
loading...

Doa Gagal Terkabul, Kemungkinan Besar Inilah Sebabnya

Radarislam.com ~ Setiap hari tentu dalam shalat pasti kita akan merangkai doa untuk Allah SWT. Apa yang kita inginkan baik rezeki, kesehatan, jalan permasalahan dihaturkan kepadaNya melalui doa. Doa adalah sarana menyampaikan permohonan kepada Allah Ta’ala terkait dengan semua jenis kebaikan.

Memohon kepada Allah Ta’ala dianjurkan bukan hanya saat kesulitan mendera. Pada saat bersuka cita pun, mestinya kita tetap memohon kepada Allah Ta’ala. Namun terkadang manusia mendekat pada Rabbnya  hanya sebatas pada saat kondisi sulit. Setelah lewat masa sulit itu, tak jarang mereka kembali pada watak aslinya. Allah Ta’ala pun akan murka kepada hamba-Nya yang enggan berdoa.

Ibnu Majah meriwayatkan sebuah hadist dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, bahwasa Rasulullah SAW bersabda:

Barang siapa tidak meminta kepada Allah, Allah murka padanya.”

Saat berdoa pernahkah Anda merasa Allah tak mengijabah permohonan? Bahkan merasa bahwa doa yang dipanjatkan selama ini sia-sia?

Jika hal itu pernah dirasakan, perhatikanlah apa yang disampaikan Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyah dalam kitab ad-Da’u wa ad-Dawa. Beliau mengatakan:

Salah satu penyebab gagalnya suatu doa adalah sifat tergesa-gesa dalam menanti terkabulnya doa. Hamba yang berdoa itu terlalu terburu-buru. Ia merasa ijabah-Nya lambat, atau terlalu mundur datangnya sehingga membuatnya cemas. Akhirnya dia meninggalkan doa sama sekali.”

Hal ini dipertegas dengan sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang tercantum dalam Shahih Bukhari. 
Akan dikabulkan bagi seseorang di antara kalian selama tidak tergesa-gesa, (apalagi) mengatakan, ‘Aku telah berdoa, namun belum juga dikabulkan.’” (Hr. Imam al-Auza’I Rahimahullahu Ta’ala)

Mari kita ingat kembali doa-doa yang selama ini kita panjatkan kepada Allah Ta’ala. Adakah kiranya kita tergesa-gesa dalam berdoa? Ingin cepat-cepat dikabulkan dan pada akhirnya kita putus asa sehingga membuat kita  meninggalkan doa kepada Allah Ta’ala?

Bila hari-hari kemarin kita masih saja seperti itu, maka yang perlu kita lakukan adalah memperbaharui kesungguhan dalam berdoa dan tak hentinya mengharapkan ijabah dari-Nya. Karena, “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersungguh-sungguh dalam berdoa.” (Hr. Imam al-Auza’i Rahimahullahu Ta’ala).

Jika amalan wajib kita masih belum sempurna, jika jiwa dan raga kita masih melakukan hal yang dilarang Allah dan menimbulkan dosa, pantaskah kita menuntut doa kita segera dikabulkan? Kita memohon pada Allah, tapi kita tidak memenuhi hak-hakNya. Pantaskah kita mendapatkan pengabulan doa dalam waktu dekat dan cepat?

Allah berfirman  “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al Baqarah  : 186)

Dalam ayat di atas Allah dengan jelas mengatakan, syarat terkabulnya doa seorang hamba adalah setelah mereka memenuhi segala perintah Allah. Jika kita masih berdosa, maka sangat pantas bila Allah masih menunda pengabulan doa kita.

Baca Juga:

Semoga kita termasuk pada orang-orang yang senantiasa berusaha memenuhi segala perintah Allah SWT. [Radarislam/ KH]

Loading...
Sukai Artikel ini

Share This !

Loading...
loading...