Ahok Divonis 2 Tahun Penjara, Pria Ini Langsung Meninggal Saat Dengar Beritanya - Radar Islam
loading...

Ahok Divonis 2 Tahun Penjara, Pria Ini Langsung Meninggal Saat Dengar Beritanya

close

Radarislam.com ~ Sebelumnya video ibu-ibu menangis tersedu sambil bersih-bersih di dapur dengan Ahok dibui 2 tahun menjadi viral. Hal ini menjadi buntut kasus penodaan agama yang dialami Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok pada penahanan.

Melalui sidang pembacaan vonis yang berlangsung pada Selasa (9/5/2017), Majelis Hakim Peradilan Negeri Jakarata Utara memvonis Ahok dua tahun penjara. Ahok didakwa dengan pasal berlapis yakni pasal 156a atau pasal 156 KUHP tentang penodaan agama terkait pernyataannya yang menyinggung soal surat Al-Maidah ayat 51 pada tahun 2016 lalu.

Putusan hakim mengenai pembacaan vonis ini pun disiarkan langsung di beberapa stasiun televisi Indonesia. Namun siapa menyangka, siaran langsung yang menampilkan vonis penjara Ahok ini berujung pada kematian seorang relawan Ahok-Djarot, Gerart Samapaty. Gerart meninggal di kediamannya di Cipayung, usai menonton televisi yang memberitakan sosok yang diidolakannya divonis dua tahun penjara.

Tetangga Gerartdan juga relawan Ahok-Djarot, Nongandah Darol Mahmada, mengatakan, sebelum meninggal, Gerart telah mencoba melakukan ragam upaya untuk menghidupkan televisinya yang dalam kondisi mati tanpa remote tersebut.

“Lalu ada tukang remote lewat rumahnya, dia beli,” katanya, Selasa (9/5/2017).

Akhirnya, televisi miliknya pun menyala. Namun begitu televisi dinyalakan, kejadian yang tak diduga itu terjadi.

“Pas pembacaan Pak Ahok dipenjara dan langsung ditahan. Dia tidak sanggup dan langsung dia pingsan. Itu masih di depan tukang remotenya,” terang Nongandah.

Lantas tukang remote itu, berteriak memanggil anak pertama Gerart bernama Lestari. Saat itu, Lestari tengah sibuk memasak di dapur.

Ia begitu terkejut dengan kondisi ayahnya yang telah terbaring terkapar, dan ia pun langsung bergegas mambawa ayahnya ke bidan terdekat.

"Namun sayang kata bidan, sudah tidak ada (meninggal dunia)," ujarnya.

Gerart meninggal diduga terkena serangan jantung saat mendengar putusan hakim. Padahal, menurut Lestari, selama ini ayahnya tidak memiliki riawayat penyakit jantung.

Gerart sendiri adalah seorang petugas keamanan di posko kemenangan Ahok-Djarot, Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat.

Baca Juga:

“Sebenernya Pak Gerart ini sudah bekerja di perusahaan swasta. Jadi kemarin itu memang membantu saking cintanya kepada Pak Ahok,” imbuh Nongandah. [Radarislam/ Tn]

Loading...
Sukai Artikel ini

Share This !

Loading...
loading...