Digigit Ular? Inilah Pertolongan Pertama Yang Benar Dilakukan - Radar Islam
loading...

Digigit Ular? Inilah Pertolongan Pertama Yang Benar Dilakukan

Radarislam.com ~ Ular salah satu hewan yang ditakuti manusia karena gigitan dan lilitannya.  Memang, tidak semua jenis ular memiliki bisa atai racun yang mematikan. Namun, saat ular yang melakukan gigitan adalah jenis ular yang berbisa seperti halnya jenis ular yang pernah menggigit penyanyi IB yang diyakini adalah jenis ular kobra. Maka hal tersebut bisa menjadi kegawatdaruratan medis yang harus segera ditangani karena dapat berujung pada kematian.

Perlu Anda ketahui, ular diperkirakan menyebabkan sebanyak 2,5 juta gigitan berbisa dan menyebabkan sekitar 125.000 kematian setiap tahunnya di seluruh dunia. Daerah-daerah, seperti Afrika, Brazil, India dan Asia tenggara disebut sebagai daerah kematian akibat gigitan ular terbanyak.

Beberapa di antara jenis-jenis ular yang memiliki bisa, yakni:
- Ular kobra
- Ular berkepala warna tembaga/perunggu (Copperhead snake)
- Ular karang (coral snake)
- Ular derik (rattlesnake)
- Ular moccasin air (water moccasin snake)

Semua ular akan kontan menggigit saat mereka terkejut atau merasa terancam. Gigitan ular dapat mematikan bila tidak ditangani dengan segera, dan jika anak-anak yang jadi korban, tentunya memiliki risiko tertinggi akan hal ini karena ukuran tubuh mereka yang relatif lebih kecil.

Bagi ular berbisa, gigitannya bisa mematikan korban jika tak segera diberi pertolongan yang tepat. Sebenarnya seperti apa pertolongan pertama yang benar saat digigit ular? Simak tips pertolongan pertama pada korban gigitan ular oleh dr. Atika berikut ini dikutip Radarislam.com dari laman Klikdokter.com:

1. Bersikap tenang
Pastikan korban gigitan ular untuk tetap bersikap tenang. Yakinkan kepada korban bahwa gigitan akan dapat diatasi dengan baik, sementara korban dibawa secepatnya menuju instalasi gawat darurat atau klinik yang memiliki peralatan lengkap terdekat.

2. Jangan banyak bergerak

Usahakan agar korban untuk membatasi gerakannya guna mencegah aliran racun semakin mengalir di dalam tubuhnya. Jika perlu, buat pembidaian longgar sederhana untuk memastikan korban tidak banyak bergerak

3. Jangan sejajarkan dengan area jantung
Pastikan area gigitan ada di bawah level jantung. Misalnya, bila gigitan terjadi di tangan, maka pastikan tangan tidak diangkat lebih tinggi ataupun berada sejajar dengan jantung.

4. Jangan diikat
angan gunakan torniket/mengikat area tubuh tertentu pada korban. Pasalnya, pengikatan sering kali tidak tepat sasaran dan justru malah mematikan seluruh jaringan di bawah ikatan akibat ikatan yang terlalu kuat (aliran darah berhenti secara total). Kematian jaringan secara total akan berakibat amputasi.

5. Jangan ditekan atau dipotong
Jangan tekan area gigitan dengan kompres dingin, ataupun berusaha memotong bekas gigitan dengan pisau. Selain itu, Anda juga tidak diperbolehkan untuk menghisap racun di area yang tergigit ular dengan mulut.

6. Lepaskan aksesoris

Lepaskan pakaian maupun aksesoris, seperti cincin/gelang di sekitar area gigitan (bila ada). Pasalnya, area gigitan sangat mungkin untuk membengkak.

7. Tidak diberi apapun lewat mulutnya

Sebaiknya korban yang baru tergigit ular tidak diberikan apapun lewat mulut karena bisa berakibat tersedak ketika pasien kehilangan kesadaran, apalagi untuk memberikan korban minuman berupa kopi atau alkohol. Pasalnya, kopi ataupun alkohol justru dapat mempercepat penyerapan racun ular oleh tubuh. Selain itu, jangan pula memberikan sembarangan obat tanpa adanya rekomendasi dari dokter.

8. Segera menuju IGD
Bila area gigitan mulai membengkak dan berubah warna, maka sangat mungkin ular yang mengigit tersebut mengandung bisa. Jangan buang-buang waktu untuk membunuh/menangkap ular tersebut, segera bawa korban ke IGD terdekat, dan sampaikan ciri-ciri ular yang menggigit (bila diketahui) pada petugas medis.

Itulah 8 langkah pertolongan pertama saat menghadapi gigitan ular. Meskipun kebanyakan ular bersifat tidak mengandung bisa atau racun, tapi patut waspada terhadap kemungkinn yang terjadi.

Hindari pula area-area di mana ular mungkin bersembunyi, seperti di bawah batu atau balok kayu. Bila Anda sedang mendaki gunung atau menjelajahi area  baru, sebaiknya ketuk-ketuk area yang berada di hadapan Anda dengan tongkat kayu sebelum memasuki area tersebut.

Baca Juga:

Saat diberi cukup peringatan dengan ketukan kayu, ular justru memiliki kemungkinan untuk menjauhi Anda. Yang paling penting, hindarilah untuk memancing amarah ular. Sebab, pada kondisi seperti inilah kejadian gigitan ular serius paling sering terjadi. [Radarislam/ Kd]

Loading...
Sukai Artikel ini

Share This !

Loading...
loading...