4 Perawatan Kecantikan Ini Ternyata Dilarang Dalam Islam, Tapi Nomor 2 Malah Sering Dilakukan - Radar Islam
loading...

4 Perawatan Kecantikan Ini Ternyata Dilarang Dalam Islam, Tapi Nomor 2 Malah Sering Dilakukan

Perawatan kecantikan dilarang dalam islam, Radarislam.com ~ Setiap wanita pasti ingin cantik. Namun siapa yang mau punya kecantikan yang ternyata mengundang laknat Allah SWT? 

Namun apakah makna dari cantik itu sebenarnya? Kebanyakan wanita  memaknai cantik itu seperti model atau artis di televisi atau majalah. Untuk itu, banyak yang ingin meniru mereka semua dalam hal kecantikan. Mereka pun berdandan dan memoles diri tanpa tahu apakah hal tersebut mendapatkan ridha Allah SWT, ataukah malah sebaliknya. 

Bukan hanya itu, para wanita juga sebetulnya sudah mengetahui hal tersebut namun karna pergaulan dan lingkungan sehingga hal yang di larangpun justru di lakukan. Perawatan memang sangatlah penting karna islam juga sangat menganjurkan untuk merawat tubuh dan menjaga kesehatan. Tapi semua itu jangan sampai keluar dari jalur yang sudah di tentukan, niat awal mau dapat pahala justru yang didapat malah sebaliknya.

Lalu perawatan kecantikan apa saja yang dilarang oleh Islam, yang paling sering dilakukan oleh wanita muslimah? Simak ulasannya berikut ini:

1. Mencabut Bulu Alis
"Allah melaknat tukang tato, orang yang ditato, al-mutanamishah, dan orang yang merenggangkan gigi, untuk kecantikan, yang mengubah ciptaan Allah.” (HR. Bukhari 4886, Muslim 2125, dan lainnya).


Al-Mutanamishah adalah para wanita yang minta dicukur bulu di wajahnya. Sedangkan wanita yang menjadi tukang cukurnya namanya An-Namishah. (Syarh Muslim An-Nawawi, 14/106)

An-Nawawi juga menegaskan, bahwa larangan dalam hadis ini tertuju untuk bulu alis,
“Larangan tersebut adalah untuk alis dan ujung-ujung wajah..” (Sharh Shahih Muslim, 14/106).

2. Menyambung Rambut
Menyambung rambut adalah haram, karena laknat tidaklah terjadi untuk perkara yang tidak diharamkan.” (Imam Asy-Syaukani, Nailul Authar, 6/191).

Bahkan menurut Al-Qadhi ‘Iyadh, menyambung rambut itu adalah maksiat dan dosa yang besar. Bagi siapa pun yang melakukannya maka laknat datang kepadanya. Dosa besar ternyata bukan untuk yang menyambung rambutnya saja, namun semua yang terlibat mulai terjadinya proses penyambungan rambut tersebut semuanya akan mendapatkan dosa yang sama.

3. Merenggangkan Atau Meruncingkan Gigi Demi Kecantikan


Rasulullah melaknat orang-orang yang memasang tato, menajamkan giginya, mencabut alis matanya, dan yang mengubah ciptaan Allah.” (HR. An-Nasa’I 5253, dan dishohihkan oleh Syaikh al-Albani dalam shohih Sunan An-Nasa’i)

Karena yang demikian itu termasuk perbuatan sia-sia dan juga mengubah ciptaan Allah. Adapun apabila untuk pengobatan misalnya, untuk memperbaiki kerusakan atau hal tersebut dibutuhkan, seperti gigi tidak dapat menggigit makanan kecuali harus memperbaiki atau meratakannya, maka hal ini tidak mengapa (Al-Muntaqo min Fatawa Syaikh al- Fauzan no. 484.3/323)

4. Mentato Tubuh

Siapapun yang melakukan tato atau yang membuat tato maka keduanya sama termasuk maksiatan terhadap Allah. Seperti yang di riwayatkan oleh Ibnu Umar radliyallah ‘anhuma.Dari Ibnu Umar radliyallah ‘anhu, katanya bahwa Rasulullah SAW bersabda:

Allah melaknat wanita penyambung rambut dan yang disambung rambutnya, dan wanita pembuat tato dan yang bertato.” (HR. Bukhari, Muslim, dan Tirmidzi).

Dari ke empat perawatan yang berikut adalah yang paling sering di lakukan oleh seorang wanita. Demi penampilan yang cantik, mereka rela merogoh kocek dengan sejumlah uang. Lalu seperti apa pandangan Uslam untuk ke empat perawatan di atas yang malah jadi hits saat ini?
Karena sebenarnya kecantikan dalam Al Qur’an dan Islam bukan dilihat pada kecantikan fisik  semata tapi lebih pada kecantikan sifat, tabiat, kebaikan dan akhlak seorang wanita. Wanita tidak perlu takut tidak cantik karena setiap wanita itu cantik dan indah apabila mempunyai akhlak yang indah pula.

Buat apa punya fisik dan wajah cantik tapi hati alah sebaliknya yang membuat kecantikan itu malah memudar. Kecantikan Akhlak dan kebaikan hati tidak akan pernah hilang walau dimakan waktu, ia akan tetap abadi dan menjadi amal ibadah yang bisa dibawa di akhirat kelak. Wallahualam. [Radarislam/ Wb]

Loading...
Sukai Artikel ini

Share This !

Loading...
loading...