Presenter TV One Ini Dianggap Hina Jokowi Saat Siaran, Netizen Ramai-Ramai Serang di Akun Instagramnya - Radar Islam
loading...

Presenter TV One Ini Dianggap Hina Jokowi Saat Siaran, Netizen Ramai-Ramai Serang di Akun Instagramnya

Presenter TV One dituding hina Jokowi saat siaran, Radarislam.com ~ Mulutmu harimaumu menjadi pepatah yang sering jadi kenyataan di zaman sekarang. Salah bertutur atau menulis status yang bernada kebencian, akan langsung terima akibatnya apalagi di media sosial.



Belum lama ini jagat maya dihebohkan dengan presenter TV One Windy Wellingtonia, wanita cantik ini dianggap telah menghina Presiden RI Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi.

Hal ini terungkap dalam unggahan akun Facebook Tiurmaida Tampubolon, Windy meluncurkan komentar dari mulutnya yang dinilai tak selayaknya ia lontarkan dalam siaran lansung. Ketika itu Windy menyiarkan berita tentang doa Tifatul Sembiring untuk Jokowi.

Memang doa yang disampaikan oleh Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera ini sempat mengundang gelak tawa. Pasalnya, Tifatul menyinggung tubuh Jokowi yang semakin kurus dan berdoa agar lebih gemuk.

Rupanya, pada saat penutupan, Windy sempat memberi berkomentar terkait berita yang baru saja ia siarkan. Namun, komentar yang disampaikan oleh presenter ini dinilai tidak sopan.

"Amin..kt doakan Jokowi menjadi gemuk.. asal bukan rekeningnya yg bertambah gemuk," ujar Windy seperti diceritakan oleh akun Tiurmaida Tampubolon.

Hal tersebut sontak membuat netizen berang dan melontarka  komentar pedas dalam unggahan tersebut. Simak unggahan lengkapnya!

"Presenter TV One si Windy ini nyinyir , tidak sopan dan tidak menaruh hormat kepada Presiden Jokowi..
Barusan dia mengomentari berita tentang doa politik Tifatul Sembiring PKS yg menyinggung tubuh pak Jokowi yg semakin kurus..Tifatul berdoa spy Presiden Jokowi bertambah gemuk..
Usai closing berita itu , si Windy ini berkomentar nyinyir :
"Amin..kt doakan Jokowi menjadi gemuk.. asal bukan rekeningnya yg bertambah gemuk."
Sambil tersenyum ngenyek...
Duh miris aku melihat presenter junior ini..
Sangat tidak sopan dan menunjukkan kapasitasnya sebagai presenter asal bunyi , merendahkan dan menghina ..apalagi org tsb Presiden...lambang negara...yg seharusnya dihormati..bukan diremehkan..
Jadi ingat apa yg aku dan teman2 seangkatanku lakukan saat msh aktif siaran di TV..
Kami tidak akan mungkin berkomentar nyinyir dan merendahkan / menghina spt itu apalagi sosok yg dikomentari nyinyir tsb adalah Presiden RI.
Selain dilatih ttg bagaimana mjd presenter yg cerdas dan tidak melecehkan / menghina lambang negera spt presiden..kami jg selalu mawas diri dan menempa diri untuk menyampaikan berita dg baik dan tidak melecehkan/ menghina apalagi lambang negara/ presiden..
Jadi penasaran aku..apakah si Windy ini tidak dilatih dan tidak mau menempa diri shg nyinyir dan tidak menaruh hormat kepada Presiden Jokowi..
Hello TV One... apa reaksimu ttg apa yg telah dilakukan presentermu si Windy ini???"

Membaca unggahan status ini, netizen pun turut bereaksi dan berkomentar pedas tentang aksi Windy di di layar kaca. Berikut kutipan komentar pedas dari netizen:

"Kurang ajar....moralnya. rusak..tlg tv one...pecat.dia...," tulis akun Ali Maksum Biasa.

"Ga heran Presenter TV One ....emang ada gitu presenter TV One yang "Kelihatan Cerdas"....?," komentar akun Hari Baran N.

"Harusnya media tak terpengaruh pemilik modal,,,,moga jadi pelajaran bagi TV One," susul akun Medan Oke.

"Modal wajah,,doank," sindir akun Laurensia Suban.

Dalam unggahan terakhirnya pada Rabu (16/8/2017) kemarin, netizen beramai-ramai memberi komentar terkait kata-kata Windy dalam siaran itu.

"Attitude please...," tutur akun Ratna_sartono.

"Harus belajar etika kyanya niii Mba Presenter.. Sayang bgt punya wajah cantik tp ga ditunjang sm etika yg baik..," ujar Raniafairelmasyariza.

"Atitude mu itu loh mbk di jaga," sempal akun Retnodwisafitri.

"Bikin malu dunia pers aja,, pers dan dunia jurnalistik seharusnya netral," imbuh akun Edysambora.

Bagaimana menurut Anda? [Radarislam/ Tn]

Loading...
Sukai Artikel ini

Share This !

Loading...
loading...