Mulut Selalu Disumpal Kain Karena Kerap Kejang dan Lumpuh Selama 6 Tahun, Beginilah Kisah Pilu Riska - Radar Islam
loading...

Mulut Selalu Disumpal Kain Karena Kerap Kejang dan Lumpuh Selama 6 Tahun, Beginilah Kisah Pilu Riska

close

Riska, kejang dan lumpuh selama 6 tahun, Radarislam.com ~ Usianya sudah menginjak 19 tahun, namun Ariska Agustin tak bisa beraktivitas seperti gadis seusianya.



Ia hanya bisa tidur tengkurap sambil kaki bersila di atas kasur kapuk tipis di sebuah ruang penghubung antara kamar tamu, dapur, dan kamar mandi. Tak hanya itu, dalam posisi demikian, seluruh anggota badannya baik tangan, kaki sampai kepala bergetar dan mengejang tak beraturan. Tubuhnya kerap bergetar dengan hentakan yang pelan bahkan sangat keras.

Kondisi kejang itu berlangsung sepanjang hari di seluruh tubuhnya tidak terkecuali dengan geraham bawahnya.

“Sebab itu mulutnya disumpal kain supaya tidak menggigit lidah dan mulut bagian dalam. Kadang kalau tergigit sampai berdarah-darah keluar dari mulutnya,” kata bibi Ariska, Chiecy Indah Nuraini atau Cici (33), Kamis (14/9/2017), seperti dikutip Radarislam oleh Kompas.com

Ibu dari lima anak itu mengungkapkan keponakannya itu kerap kejang tak beraturan kali bahkan sampai empat hari. Selama ia kejang, Riska, panggilan akrab dari Ariska hanya bisa tengkurap sambil melipat kaki. Hal itu dilakukan untuk meminimalisir gerakan tak terkontrol.

Cici mengaku tidak tahu kapan Riska akan berhenti kejang. Namun jika Riska menunjukkan gejala pulih saat mulai bisa meluruskan kakinya.

Tak berapa lama, Riska mulai berjalan kembali meski tidak seperti manusia pada umumnya. Riska hanya bisa jalan tertatih-tatih sambil berpegangan. Saat itulah Riska dianggap normal.

“Bukan berapa lama dia lumpuh. Tapi, berapa kali dia normal. Satu bulan bisa dua kali kembali normal, itupun kadang 4 hari kadang sampai 10 hari saja normal. Selebihnya kumat lumpuh begini,” terang Cici

Riska dan Cici tinggal di sebuah gang sempit di RT 23 Kelurahan Karang Jati, Balikpapan Tengah, Balikpapan, Kalimantan Timur. Rumah beratap seng itu sebenarnya cukup lebar dan terdiri dari satu kamar tamu, dua kamar, satu kamar mandi, dan juga dapur.

Di rumah itu Riska lahir. Tak lama setelah Riska lahir, kedua orangtua-nya bercerai. Sejak itulah, Riska dirawat oleh neneknya. Namun kemudian Riska menyusul sang ibu, Sulistyowati ke kecamatan Sanga-sanga, Kutai Kartanegara. Lama tak ada kabar, Sulistyowati lalu memulangkan Riska pada neneknya.

Kondisi Riska memang sangat memprihatinkan, ia kembali dalam kondisi lumpuh sambil kejang-kejang. Setelah neneknha wafat, Riska diurus oleh Cici termasuk rumah beserta dengan isinya. Cici mengaku berat menangani itu semua, namun ia tidak akan menyerah. Ia berjualan nasi dengan penghasilan Rp 30 ribu setiap harinya.

Dengan kondisi yang kekurangan, banyak tetangga membantu Riska. Warga sering memberi sumbangan secara patungan, tidak sedikit yang memberi sumbangan rutin. Pemerintah tingkat kelurahan juga berulang kali datang menjenguk.

Pernah Riska dibawa ke panti asuhan awal tahun 2017. Namun sayang tiga hari kemudian panti memutuskan untuk memulangkan Riska.

Kisah Riska membuat netizen terenyuh. Semoga saja Allah memberikan pertolongan untuk kesembuhan gadis malang ini. Amin. [Radarislam/ Bs]

Loading...
Sukai Artikel ini

Share This !

Loading...
loading...