Ingat Ahmad Musaddeq yang Dulu Mengaku Nabi, Seperti Inilah Nasib Petinggi Gafatar Sekarang - Radar Islam
loading...

Ingat Ahmad Musaddeq yang Dulu Mengaku Nabi, Seperti Inilah Nasib Petinggi Gafatar Sekarang

Nasib Ahmad Mussadeq yang dulu mengaku Nabi, Radarislam ~ Anda tentu pernah mendengar berita tentang aliran Gafatar yang dianggap sesat oleh pemerintah beberapa tahun lalu. Bahkan pemberitaan ini semakin santer saat sang pemimpin ajaran tersebut, Ahmad Musaddeq mengaku adalah seorang nabi yang diutus untuk menyebarkan ajaran dan kepercayaan yang dianut.

Karena sangat bertentangan dengan aqidah ajaran agama yang ada, Gafatar pun dicap sesat dan harus dibubarkan. Sudah hampir satu tahun berlalu, bagaimana kabar ajaran sesat itu sekarang? Apakah Ahmad Musaddeq masih gencar menyebarkan ajaran yang dianut? Atau malah sebaliknya, dia bertobat dan kembali ke jalan yang benar?

Komunitas Gafatar sendiri sudah resmi dibubarkan sejak 2015. Sebenarnya semua itu dilakukan selain untuk menghindari penyebaran ajaran Gafatar yang dianggap sesat itu, juga untuk melindungi para penganutnya sendiri.

Pasalnya banyak sejarah kelam beberapa para pengikut aliran sesat yang tetap bersikukuh mengikuti ajarannya akan terkena penghakiman massa. Alhasil, organisasi Gafatar sudah bubar secara resmi tahun 2015, para pengikutnya pun sudah kembali berbaur di masyarakat dan memilih bertaubat. Ternyata tidak semua para eks Gafatar bisa dengan mudah kembali pada masyarakat terutama mereka yang berada di Kalimantan. Ya, di sana para mantan anggota Gafatar dulu mengalami pengusiran dan pembakaran rumah-rumah mereka.

Alhasil para mantan penganut agama yang di pimpin oleh Ahmad Musaddeq itu harus mengungsi di ke beberapa daerah di Indonesia seperti Surabaya dan Jakarta. Di tempat pengungsian itu pun masih banyak kendala yang dihadapi, semisal bantuan yang tak kunjung datang, truma, serta kekhawatiran jika kelak mereka tidak lagi diterima oleh masyarakat. Beruntung masalah ini dapat diselesaikan, walaupun membutuhkan waktu yang sedikit lama karena banyaknya kendala.

Sementara itu, sang pengajar aliran tersebut, mengaku pernah melakukan tobat. Siapa sangka kalau Ahmad Musaddeq sebagai penyebar aliran yang dianggap sesat itu pernah beberapa kali melakukan pertobatan. Hal ini terjadi tepatnya tahun 2007 saat Ahmad Musaddeq kalah debat dengan Said Aqil ketua pengurus PBNU hingga akhirnya mengaku ingin kembali ke jalan yang benar.

Akan tetapi  yang ada justru ajaran Qiyadah al-Islamiyah (nama sebelum Gafatar) justru malah berkembang secara diam-diam untuk menambah pengikut serta mengajak mereka untuk berkumpul ke Kalimantan supaya aman. Akhirnya gerakan Gafatar mulai tercium terutama dari salah satu akun media sosialnya dan dicap menyebarkan aliran sesat oleh pemerintah dan MUI.

Sang kepala dari organisasi dan aliran ini akhirnya harus bersiap menikmtai dinginnya lantai penjara karena dianggap menyebarkan ajaran sesat dan penodaan agama. Akhirnya, Musaddeq dan para petinggi Gafatar divonis dengan hukuman lima tahun penjara sebagai ganjaran atas perbuatannya.

Namun uniknya meskipun Gafatar sudah bubar secara resmi, namun para pendukung Musaddeq juga masih banyak ditemui pada sidang itu yang datang dari berbagai daerah. Walaupun sudah divonis, beberapa kali pentolan Gafatar ini ingin mengajukan banding, namun sepertinya hal itu tidak pernah dilakukan hingga sekarang.

Hukuman lima tahun ini dianggap sebagai vonis pada Musaddeq yang paling lama mengingat dulu pada awal penyebaran agamanya di tahun 2007, dia pernah mendekam dua tahun di penjara. Dan ya, itulah keadaan sang pemimpin dan ajarannya yang sempat menghebohkan Indonesia itu.

Baca Juga:

Entah sampai sekarang Gafatar sendiri masih ada atau tidak, tak diketahui secara jelasnya. Namun yang pasti kita waspada agar tidak terjerumus pada ajaran-ajaran aneh yang melenceng dari ajaran Islam. [Radarislam/ Im]

Loading...
Sukai Artikel ini

Share This !

Loading...
loading...