5 Kebiasaan yang Tak Boleh Dilakukan Usai Berjima', Suami Istri wajib Tahu - Radar Islam
loading...

5 Kebiasaan yang Tak Boleh Dilakukan Usai Berjima', Suami Istri wajib Tahu

Kebiasaan tak boleh dilakukan usai jima', Radarislam.com ~ Setelah melakukan jima', para istri biasanya lebih senang bergelung manja sambil memeluk suaminya. Suasana yang romantis, membuat istri dan suami tak ingin dipisahkan.

Menjadi 'lupa diri' dan terbawa suasana setelah berjima' sah-sah saja. Namun, para istri sebaiknya lima hal berikut ini, agar tidak mengancam kesehatan:

1. Langsung tidur dan lupa buang air kecil
Setelah menjalani sesi intim dengan suami, para istri mungkin tergoda untuk langsung tidur dan lupa untuk buang air kecil. Padahal buang air kecil setelah berjima' adalah hal wajib untuk dilakukan. Buang air kecil setelah jima' mampu mencegah infeksi saluran kencing.
Buang air kecil memberi kesempatan bakteri untuk keluar dari dalam tubuh. Jika tidak segera buang air kecil, bakteri bisa masuk ke kandung kemih.

" Ini bisa menyebabkan infeksi saluran kencing setelah berjima'. Idealnya segera mengosongkan kandung kemih dalam waktu satu jam usai berhubungan," kata Robert Wool, M.D, spesialis kandungan Amerika Serikat.

2. Mencuci farji dengan sabun
Sebagian istri mungkin merasa gerah jika tidak segera mencuci farji dengan sabun setelah menjalani sesi intim dengan suami. Sebenarnya hal ini tidak perlu dilakukan. Bahan kimia yang ada pada sabun bisa menimbulkan reaksi alergi jika kulit di bagian prinaditersebut memiliki sifat sensitif.

" Selain itu, sabun dapat menyebabkan iritasi dan kekeringan pada farji" kata Wool. Menurut Wool, farji sendiri memiliki mekanisme khusus untuk membersihkan dirinya sendiri.

" Karena itu farji perlu diperlakukan dengan sangat lembut. Seperti halnya dengan mulut, sebaiknya jangan memasukkan benda sembarangan ke dalam atau di sekitar farji," kata Leslie EF Page, M.D, ginekolog asal Kansas.

Page menambahkan, jika memang ingin mandi setelah berjima' sebaiknya gunakan air biasa untuk mencuci farji.

" Mencucinya juga ada aturannya, yaitu dari arah depan ke belakang. Hal ini untuk menghindari kotoran dari anus terbawa hingga ke area pribadi wanita," tambah Page.

3. Tidur memakai lingerie
Sebagian istri mungkin memulai sesi panas dengan suami memakai lingerie. Kebanyakan lingerie itu berbahan dasar sutra, nilon, rayon, atau poliester.

Menurut Page, sebaiknya setelah berhubungan intim tidak tidur mengenakan lingerie tersebut. Karena semua lingerie berbahan kain sintetis tidak bisa menyediakan sirkulasi udara yang baik bagi organ intim.

" Setelah berhubungan intim, kulit akan cenderung menjadi hangat dan lembab karena keringat, cairan vagina, dan air mani," kata Page.

" Pakaian dalam berbahan sintetis menjebak kelembaban dan ini bisa menimbulkan infeksi jamur," kata Wool. Organ pribadi juga perlu udara untuk 'bernapas'. Lebih baik ganti pakaian dalam berbahan katun atau tidak memakai pakaian dalam sama sekali.

4. Berendam air panas
Berendam air panas bersama suami setelah sesi panas memang terdengar menyenangkan. Namun ini adalah kabar buruk bagi kesehatan farji.

" Saat vulva dan bibir v4gina membengkak akibat merespons rangsangan s*ksual, Farji akan semakin terbuka lebar. Hal ini semakin memberi kesempatan kepada kuman dan bakteri untuk melancarkan aksi jahat mereka," kata Page.

Terlebih lagi jika berendam bersama pasangan, kuman dan bakteri dari mereka akan berpindah ke dalam farji melalui air dengan lebih mudah. Selain itu, jika organ pribadi terlalu lama terpapar air, maka akan mengurangi efisiensi penghalang antimikroba pada kulit.

5. Menggunakan tisu basah
Jika punya alergi terhadap bahan kimia seperti alkohol, gliserin, aroma, dan minyak tertentu, sebaiknya jangan menggunakan tisu basah setelah berhubungan intim. Hal itu untuk menghindari area pribadi mengalami iritasi.

" Trik yang sering saya sarankan kepada pasien untuk membersihkan area pribadi adalah menggunakan air hangat yang dicampur dengan cuka," kata Page.

Caranya mudah, campurkan satu sendok teh cuka dengan satu liter air, tuangkan beberapa ke kain dan usap farji, lalu ditepuk-tepuk hingga kering.

" Cuka bertindak sebagai pembersih ringan yang membantu menjaga keasaman alami kulit farji," kata Page.

(ism, Sumber: Womenshealthmag)

Loading...
Sukai Artikel ini

Share This !

Loading...
loading...