Tragis! Tak Tahan Anak Banyak Utang, Suami-Istri di Kediri Pilih Bunuh Diri Bersama, Isi Surat Mereka bikin Sedih - Radar Islam
loading...

Tragis! Tak Tahan Anak Banyak Utang, Suami-Istri di Kediri Pilih Bunuh Diri Bersama, Isi Surat Mereka bikin Sedih

Suami istri di kediri bunuh diri tak tahan anak banyak utang, Radarislam.com ~ Senin (27/11/2017), warga Desa Butuh, Kecamatan Keras, Kediri, Jawa Timur dikagetkan dengan kejadian tewasnya pasangan suami istri. Sebagaimana dikutip dari akun Facebook Yuni Rusmini, korban diketahui bernama Hartono dan Is.



Hartono dan Is merupakan pasangan suami-istri. Keduanya dilaporkan bunuh diri bersama karena tak tahan melihat tingkah sang anak. Adapun, anak mereka diketahui suka berhutang.

Dilansir sumber yang sama, sebelum bunuh diri Hartono dan Is sempat menulis surat wasiat kepada anaknya. Dalam surat wasiatnya, pasangan ini berpesan pada anak-anak agar hidup rukun.
Pesan bpk/ibu
1. Dana di 2 buku tabungan BTPN dapat untuk biaya
2. Cincin ibuk dibagi dua
3. Jarit di atmari belakang
4. Bapak dan ibu jadikan satu lubang saja
5. Pembayaran rumah Bapak oleh pak Massrok udah Lunas
– Biaya pajak penjualan dan pembelia tanggungan Bapak Massrok
– Biaya waris tanggungan anakku (jual spd motor utk biaya)
6. Barang-barang milik mbah suyati biar di bawa saudara-saudara Bapak
7. Barang-barang milik bapak ibu terserah kamu
8. Sing rukun
Selamat tinggal doakan Bapak Ibu selamat menghadap Alloh SWT

Netizen pemilik akun Facebook Herman Sudirman Hulu, kemudian menceritakan tentang kejadian tersebut.. Dalam postingannya, Herman menyebut lebih baik hidup dalam kesusahan dibanding harus memanfaatkan harta orangtua. Ia pun merasa miris lantaran korban harus menanggung beban dibanding menikmati masa tua mereka.
Kedua orang tua ini lebih memilih bunuh diri akibat kelakuan anaknyanaknya…
Seharusnya mereka bisa menikmati hidup dimasa tua…
Namun mereka tak kuat menahan rasa malu serta beban hidup yang sangat berat karena anaknya hobi berhutang….
Wafat dalam keadaan berpelukan dan menulis surat wasiat agar dikuburkan berdua dalam 1 liang lahat…
Mereka pernah remaja dan merasakan rasanya jatuh cinta…
Tapi takan pernah menyangka ketika tua bernasib punya anak seperti itu….
Saya Bukanlah Tipe Penikmat Harta Orang Tua… Karenanya Saya Sadar Saya Harus Bekerja Keras!!!
Orang tua kita sudah capek mengandung selama 9 bulan dan membesarkan kita….
Sudah saatnya membantu meringankan beban dipundak mereka..
Bukan malah membebani pundak mereka dan menjadi benalu serta lintah penghisap darah!!!
Wahai pemuda… Singsingkanlah lengan bajumu…. Buang jauh-jauh rasa malas, rasa gengsi dan jangan pernah nonton sinetron remaja dan cinta di TV!!!
Malulah sama hewan ular… Baru lahir sudah mencari makan sendiri….
Malu sama bulu kemaluanmu yang sudah menebal gan….
Jangan jadi benalu….. Jangan jadi lintah….
Berkreasilah…. Bekerja keraslah….
# Aku lebih bangga berjalan kaki menggunakan sepatu dari hasil kerjaku DIBANDING mengendarai mobil hasil dari meminta orang tua
# Aku lebih bangga berjalan kaki menggunakan sepatu dari hasil kerjaku DIBANDING mengendarai mobil hasil warisan orang tua
# Aku lebih bangga berjalan kaki menggunakan sepatu dari hasil kerjaku DIBANDING mengendarai mobil hasil ngemis sama mertua
# Aku lebih bangga berjalan kaki menggunakan sepatu dari hasil kerjaku DIBANDING mengendarai mobil hasil dari belas kasih orang lain
# Aku lebih bangga berjalan kaki menggunakan sepatu dari hasil kerjaku DIBANDING mengendarai mobil hasil dari hutang demi sebuah gengsi
-Nb: Almarhum Bapak Hartono dan Ibu Is, Warga Desa Butuh, Kecamatan Keras, Kediri, Jawa Timur. Semoga dosa-dosa mereka diampuni Allah SWT. Amiin..

Tak berselang lama setelah diunggah, peristiwa ini jadi viral dan diperbincangkan publik. (*)

Sumber: Tribunnews.com

Loading...
Sukai Artikel ini

Share This !

Loading...
loading...