Banyak Hutang Tapi Tak Pernah Dilunasi? 2 Musibah Ini Akan Datang Menghampiri - Radar Islam
loading...

Banyak Hutang Tapi Tak Pernah Dilunasi? 2 Musibah Ini Akan Datang Menghampiri

Radarislam.com ~ Seorang muslim tak semestinya meremehkan perkara hutang piutang. Sebab jika hal ini dilakukan maka sama saja orang tersebut telah menyepelekan urusan akhiratnya.

Islam mengatur hubungan interaksi sesama manusia dengan cara yang terbaik dengan berbagai akhlaq dan mu’amalah yang baik dalam semua transaksi yang dibenarkan dan disyari’atkan, Sebagai contoh adalah transaksi jual beli, sewa menyewa, gadai termasuk dalam hal ini adalah transaksi pinjam meminjam atau utang piutang.

Utang piutang merupakan satu jenis muamalah yang dibenarkan syari’at Islam. Transaksi ini wajib dilakukan sesuai dengan syari’at Islam, tak boleh menipu, tak boleh ada unsur riba, tak boleh ada kecurangan dan kebohongan, dan yang perlu diperhatikan adalah, hutang wajib dibayar. Selain itu, setiap transaksi utang piutang harus dicatat atau ditulis nominal serta waktu pelunasannya. Ini sebagai janji yang wajib ditepati.

Jika saat jatuh tempo memang belum mampu untuk membayar, maka sampaikan pada yang memberikan hutang bahwa kita belum mampu membayarnya pada hari atau pekan ini atau bulan ini dan minta tempo lagi, agar diberi kelonggaran waktu pada hari, atau pekan, atau bulan berikutnya.

Dalam beberapa hadits, Baginda Rasulullah SAW pernah menjelaskan tentang musibah besar bagi siapa saja yang berhutang namun tak melunasinya, seperti:

1. Ruhnya akan terkatung-katung
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda:

نَفْسُ الْـمُؤْمِنِ مُعَلَّقَةٌ بِدَيْنِهِ حَتَّىٰ يُقْضَى عَنْهُ

Jiwa seorang mukmin itu terkatung-katung dengan sebab utangnya sampai hutang dilunasi. (HR. Ahmad)

Bahkan, Rasulullah pernah menjelaskan, sekalipun seorang mukmin tersebut mati dalam keadaan syahid, hutang pun akan tetap ditangguhkan. Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash Radhiyallahu anhu bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

يُغْفَرُ لِلشَّهِيْدِ كُلُّ ذَنْبٍ إِلَّا الدَّيْنَ

Orang yang mati syahid diampuni seluruh dosanya, kecuali utang (HR. Muslim)

2. Surga haram baginya
Sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah SAW:

عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدُبٍ قَالَ كُنَّا مَعَ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- فِى جَنَازَةٍ فَقَالَ أَهَا هُنَا مِنْ بَنِى فُلاَنٍ أَحَدٌ . قَالَهَا ثَلاَثاً فَقَامَ رَجُلٌ فَقَالَ لَهُ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم-  مَا مَنَعَكَ فِى الْمَرَّتَيْنِ الأُولَيَيْنِ أَنْ تَكُونَ أَجَبْتَنِى أَمَا إِنِّى لَمْ أُنَوِّهْ بِكَ إِلاَّ لَخَيْرٍ إِنَّ فُلاَناً – لِرَجُلٍ مِنْهُمْ – مَاتَ إِنَّهُ مَأْسُورٌ بِدَيْنِهِ . قَالَ قَالَ لَقَدْ رَأَيْتُ أَهْلَهُ وَمَنْ يَتَحَزَّنُ لَهُ قَضَوْا عَنْهُ حَتَّى مَا جَاءَ أَحَدٌ يَطْلُبُهُ بِشَىْءٍ

Samurah bin Jundub berkata:
Kami pernah bersama Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam di hadapan seorang jenazah, lalu beliau bersabda: “#8220;Apakah disini ada seorang dari Bani Fulan?”, beliau bertanya itu sebanyak tiga kali, lalu seorang berdiri.

Maka Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadanya: “Apa yang menahanmu pada yang kedua dan ketiga kalinya untuk menjawabku, aku tidak akan menyebutnya di hadapanmu kecuali untuk kebaikan, sesungguhnya si fulan –salah satu dari keluarga mereka- ia meninggal dan ia tertahan dengan hutangnya”, ia (Samurah) berkata: “Sungguh aku telah melihat keluarganya dan siapa saja yang sedih untuknya melunasi hutangnya, sehingga tidak ada seorangpun yang menagih sesuatu kepadanya.” (HR. Ahmad)

Syeikh Abdul Muhsin Al Abbad berkata:

أي: محبوس عن دخول الجنة.

Maksud dari “ia tertahan dengan hutangnya” adalah ia tertahan dari masuk surga".

Jika Anda begitu berat membayarlan hutang. Anda bisa membaca doa ini setelah shalat fardhu maupun sunnah. Insya Allah, dengan keyakinan yang kuat meminta kepada Allah, Anda akan diberi jalan unyuk bisa melunasi hutang:

Allohumma inni a’udzubika minal hammi wal hazani, wa’audzubika minal ajzi wal kasali, wa’audzubika minal jubni wal bukhli, wa a’udzubika min ghalabatiddaini wa qahrirrijali

Artinya:
Ya Allah.. sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas, Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari tekanan hutang dan kesewenang-wenangan manusia

Baca Juga:

Amiin Ya Rabbal ‘Alamiin. [Radarislam/ Km]

Loading...
Sukai Artikel ini

Share This !

Loading...