Banser NU Bubarkan Konvoi Hizbut Tahrir Indonesia, Alasannya Mengejutkan - Radar Islam
loading...

Banser NU Bubarkan Konvoi Hizbut Tahrir Indonesia, Alasannya Mengejutkan

Radarislam.com ~ Sejumlah Anggota Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser NU) ikut berkonvoi dalam acara peringatan Hari Lahir Nahdatul Ulama, di Gelora Bung Karno, Jakarta belum lama ini.


Sebanyak 30 ribu Banser Nahdlatul Ulama (NU) dikerahkan untuk mengamankan acara puncak peringatan Hari Kelahiran ke-85 Nahdlatul Ulama (Harlah NU)

Namun Anggota Barisan Ansor Serba Guna (Banser) Nahdlatul Ulama menghadang ratusan aktivis Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang tengah melakukan pawai. Mereka menurunkan paksa bendera khalifah yang dibawa anggota HTI hingga nyaris terjadi keributan.

Penghadangan ini dilakukan anggota Banser Tulungagung dan Trenggalek di perbatasan kedua wilayah pagi tadi. Mereka menghentikan iring-iringan anggota HTI yang sedang melakukan taaruf atau pawai menuju Surabaya.

"Kami hentikan dan rampas bendera yang mengarah pada spirit khalifah," kata Ketua Satuan Koordinator Cabang Banser Tulungagung Yoyok Mubarok, (1/4/2017).

Lanjut ia, terdapat sedikitnya 100 anggota HTI yang mengendarai motor dan satu mobil bak terbuka yang melaju beriringan dari Trenggalek menuju Tulungagung. Rencananya mereka akan mengikuti kirab HTI bertema "Khilafah Kewajiban Syariat" di Surabaya, Minggu, 2 April 2017.

Tak hanya dari Trenggalek, anggota HTI ini menggalang kader mereka di Tulungagung dan tiap-tiap kota yang dilalui menuju Surabaya. Selain menghentikan dan merampas bendera HTI, anggota Banser membubarkan konvoi mereka dengan paksa. Anggota HTI dihimbau pulang ke rumah masing-masing dan tak melanjutkan perjalanan demi keselamatan mereka sendiri.

"Kami minta pulang untuk anggota HTI dari Tulungagung, yang rumahnya Trenggalek kami minta balik," sambungnya.

Dia mengaku sudah mendengar kabar akan dilakukannya konvoi tersebut sejak beberapa waktu lalu. Karena itu, 200 anggota Banser disiagakan di ruas jalan antar kota, pusat keramaian, dan alun-alun kota. Mereka diperintahkan membubarkan setiap kegiatan HTI yang mengarah pada pendirian negara Islam dan mengancam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kegiatan tersebut juga sudah dikoordinasikan dengan kepolisian dan TNI setempat agar tak terjadi kerusuhan. Bahkan dalam penghadangan tersebut anggota polisi dan TNI turut mengamankan mereka.

"Semua kita koordinasikan dengan aparat," kata Yoyok.

Sedangkan Ketua Satkorcab Banser Trenggalek Fatkhur Rohman telah meminta Pemerintah Kabupaten Trenggalek dan aparat untuk menghentikan seluruh kegiatan HTI di Trenggalek yang bersifat makar. Surat itu bahkan sudah disampaikan sebelum diadakannya konvoi hari ini agar tak terjadi keributan. Namun faktanya aktivis HTI tetap ngotot melakukan konvoi.

Baca Juga:



Tidak ada pernyataan dari pihak HTI atas aksi penghadangan Banser NU tersebut. Mereka langsung membubarkan diri setelah sempat bersitegang dengan Banser. [Radarislam/ Tmp]

Loading...
Sukai Artikel ini

Share This !

Loading...