Kisah Budak S3ks ISIS Ini Begitu Pilu, Mereka Sampai Dijual Di Pasar Ternak - Radar Islam
loading...

Kisah Budak S3ks ISIS Ini Begitu Pilu, Mereka Sampai Dijual Di Pasar Ternak

Radarislam.com ~ Kisah pilu kembali terjadi pada para wanita malang yang menjadi korban kelompok yang menamakan diri Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS).

Hal ini diungkapkan gadis mantan budak s3ks militan ISIS. Ia mengungkapkan bejatnya  kelompok tersebut sehingga ia berhasil melarikan diri setelah dua tahun diperlakukan “seperti binatang” di Mosul, Irak utara.

Farida, sebut saja nama gadis tersebut. Ia mengaku ia disembunyikan sebagai budak s3ks oleh salah seorang pejuang ISIS yang telah berkeluarga dan memperlakukan dirinya ibarat seekor binatang. Saat diculik selama dua tahun silam Farida saat itu masih berusia 25 tahun.

Setelah militer Irak semakin kuat menekan pemberontak ISIS, Farida memanfaatkan peluang untuk melarikan diri ke arah tentara Irak yang sedang mengepung para teroris tersebut. Ia diam-diam mengendap keluar dari mobil penyanderanya saat tentara Irak yang didukung Amerika Serikat melancarkan serangan udara di Mosul barat.

Menurut Farida, istri dari militan ISIS itu “juga ingin melarikan diri”, sehingga mereka bersekongkol dengan tentara Irak untuk membunuh militan bejat tersebut. Menurut dua wanita itu, mereka berhasil berkomunikasi dengan tentara Irak dan menggambarkan posisi yang tepat tentang posisi mobil militan ISIS.

Serangan udara pun menyasar mobil itu setelah keduanya bisa melarikan diri ke arah yang mendekati posisi tentara Irak.

“Kami bersembunyi selama delapan hari, sehingga orang-orang berpikir kami telah tewas di dalam mobil itu,” kenang Farida, yang baru saja kembali ke rumahnya di wilayah Kurdi.

Farida mengakui ka mengalami luka batin dan beban psikologis setelah mengalami apa yang dia lalui dalam kondisi yang ia sendiri sebut “seperti binatang”.

“Saya mencoba untuk menjaga kehormatan saya, tapi saya tidak berhasil. Mereka melecehkan dan memukul saya, memperlakukan saya seperti binatang. Saya hampir tidak memiliki kata-kata untuk menggambarkan apa yang terjadi pada saya," katanya.

Farida kini tinggal di sebuah kamp pengungsi dekat Erbil, Irak utara, di mana dia juga menemukan suaminya, yang sedang bertugas sebagai polisi ketika dia diculik. Dia adalah salah satu dari dua budak s3ks ISIS yang berani melarikan diri dan berbicara tentang penderitaan yang dialami selama di Mosul.

Wanita lainnya bernama Waheda Musa, juga disandera di Mosul, di mana pasukan Irak kini membuat kemajuan besar dengan merebut kembali kota itu dari ISIS. Waheda (32), dan putranya, Matu (7) kini kembali berkumpul bersama keluarga mereka untuk pertama kalinya dalam 2,5 tahun dalam penyanderaan ISIS.

Setelah lebih dari dua tahun mengalami pengalaman mengerikan yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Akhirnya mereka berhasil melarikan diri wilayah ISIS menuju kota asalnya.

Namun, Matu juga mengalami trauma berat karena sempat hendak dijadikan sebagai calon pengebom bunuh diri. Dia pernah menjalani pelatihan untuk peran tersebut.

“Mereka telah menyiksa anak saya, melatihnya untuk menggunakan senjata dan sebagai hukumannya, dia disekap di kandang," ujarnya

Matu dan ibunya adalah warga Yazidi, sebuah komunitas agama di kalangan etnis Kurdi, yang menggabungkan aspek keyakinan Islam, Kristen, Yahudi, dan Zoroastrianisme. Karena itu, mereka dilihat sebagai bid'ah di mata pejuang radikal ISIS, yang merasa layak untuk membunuh, menangkap, dan memperbudak kaum Yazidi.

Waheda tinggal di sebuah kota dekat Sinjar, Ninive, Irak utara ketika dia ditangkap dengan anaknya pada tahun 2014. Semua pria di kota itu dibunuh, perempuan dan anak-anak diculik. Perempuan muda dan cantik dijadikan budak s3ks, yang tua dibunuh, dan anak laki-laki dijadikan tameng di medan perang atau dijadikan pengebom bunuh diri.

Menurut Waheda, dia sempat dijual kepada banyak orang dengan cara memamerkan dirinya di pasar, seperti di pasar ternak.

"Orang pertama yang membeli saya adalah laki-laki dari Arab Saudi, kemudian pejuang Jordania,” kata Waheda dengan nada sedih.

Waheda kemudian berhasil menarik perhatian dari tetangganya, seorang pejuang perempuan Tunisia yang datang secara sukarela ke Irak.

“Aku bercerita kepada dia dan dia telah melakukan segalanya untuk saya, dia membayar untuk lalu lintas saya keluar dari daerah tersebut. Saya hampir tak percaya, bahwa anak saya dan saya benar-benar masih hidup,” paparnya.

Diperkirakan saat ini ada sekitar 3.000 perempuan Yazidi masih berada dalam penyekapan militan ISIS di kota yang kini sedang terkepung, yakni kota Mosul. Tidak ada yang mengetahui secara pasti berapa banyak lagi perempuan dan anak-anak Yazidi yang masih berada di Mosul atau juga ke kota-kota lain di Suriah.

Baca Juga:


Namun, di tengah pertempuran untuk merebut kota itu sedang berlangsung, yang didominasi pasukan Irak, banyak warga Yazidi kink bisa melarikan diri dari cengkeraman para militan ISIS. [Radarislam/ Kmp]

Loading...
Sukai Artikel ini

Share This !

Loading...