Dilanda Penyakit Cinta (Al-'Isyq) Seperti Ditolak, Patah Hati dan Galau? Inilah Cara Mengobatinya - Radar Islam
loading...

Dilanda Penyakit Cinta (Al-'Isyq) Seperti Ditolak, Patah Hati dan Galau? Inilah Cara Mengobatinya

Radarislam.com ~ Pernah merasakan galau karena patah hati atau ditolak cintanya? Ya, pasti sedih rasanya harus berhenti mencintai orang yang sayangi.

Bagaimana kaidah yang dibawakan oleh syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah:

النفس لا تترك شيئا ألا بشيئ

Jiwa tidak akan bisa meninggalkan sesuatu kecuali jika ada sesuatu [yang menggantikannya]

Ketahuilah dia yang menolakmu akan tergantikan dengan yang baru. Ia yang sebelumnya tidak halal akan tergantikan dengan yang halal. Jika tidak bisa menikah, maka berikut 15 cara untuk mengobati penyakit cinta(al-‘isyq):

Hakikatnya, sebagian mereka yang terkena penyakit ini sudah mengetahui dan menyadark bahwa mereka terkena suatu penyakit yang berbahaya. Tetapi mereka malah ingin terus bergelimang didalamnya dengn menikmati perihnya rindu kepada pujaan hati. Kalau kata anak zaman sekarang 'gagal move on'.

Penyakit cinta bagai merasuk dalam pikiran dan memori. Kerinduan dengan orang yang dicintai begitu menggebu. Namun apa daya rasa cinta itu tak boleh lagi tumbuh dalam hati. Jika lama kelamaan rasa cinta ini akan menjadi penyakit yang berdampak kemudian hari. Seperti enggan untuk menikah karena tak bisa melupakan 'si dia'.

Oleh karena itu, penyakit cinta (al-'isyq) harus diobati dengan cara berikut:

1. Ikhlas Kepada Allah
Hanya keikhlasan yang membuahkan pertolongan.

2. Berdoa
Marena doa bisa merubah takdir. Merendahkan diri kepada Allah, secara tulus menyerahkan diri kepada-Nya, ikhlas, dan memohon kepada-Nya dengan segala kerendahan agar disembuhkan dari penyakit

3. Menahan pandangan
Jika bisa, menahan pandangan semua yang berhubungan dengan pujaan hati. Rumahnya, kendaraan, barang pemberian dan lain-lain

4. Banyak Berpikir dan Berdzikir
Berpikir dan merenungi bahwa ini adalah penyakit. Berdzikir agar menguatkan hati dan menenangkan jiwa. Allah berfirman,

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” [Ar-Ra’du:28]

5. Menjauh Dari Orang yang Dicintai
Bersabarlah menanggung beban perpisahan beberapa waktu walaupun sulit pada awalnya. Jauhilah handphone yang mengarah kepadanya, hapus memori telpon dari nomornya. Ganti nomor anda. Jauhilah orang-orang ang mendukung cinta tanpa harapan tersebut.

6. Menyibukkan Diri Dengan Hal-hal yang Bermanfaat
Kita sudah tahu sebab galau adalah karena kesibukan hati yang kosong. Hatinya akan dipenuhi bayang-bayang kekasihnya. Bayang-bayang itu akan memudar kemudian pecah bersama kesibukan ketaatan yang berujung dengan melupakannya.

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah berkata:

وَنَفْسُكَ إِنْ أَشْغَلَتْهَا بِالحَقِّ وَإِلاَّ اشْتَغَلَتْكَ بِالبَاطِلِ

Jika dirimu tidak disibukkan dengan hal-hal yang baik, pasti akan disibukkan dengan hal-hal yang batil” [Al Jawabul Kaafi hal 156, Darul Ma’rifah, cetakan pertama, Asy-Syamilah].

7. Menengok Orang Sakit, Mengiringi Jenazah, Menziarahi Kubur, Melihat Orang Mati, Berpikir Tentang Kematian dan Kehidupan Setelahnya
Kelezatan dunia yang semu bisa remuk redam dengan meningat kematian, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ يَعْنِي الْمَوْتَ

Perbanyaklah mengingat penghancur kelezatan, yakni kematian” (HR. Imam Empat kecuali Abu Daud)

8. Senantiasa Menghadiri Majelis Ilmu Bersama Orang-orang Zuhud dan Mendengar Kisah-kisah Orang Shalih
Majelis ilmu adalah tempat mengupgrade iman setelah baterainya habis termakan oleh buaian berbuah tak nyata. Kumpulan orang-orang yang sholih adalah tempat istirahatnya hati dari kesibukan menangkal fitnah dan makar dunia.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ

Tidaklah suatu kaum berkumpul di satu rumah Allah, mereka membacakan kitabullah dan mempelajarinya, kecuali turun kepada mereka ketenangan, dan rahmat menyelimuti mereka, para malaikat mengelilingi mereka dan Allah memuji mereka di hadapan makhluk yang ada didekatnya”. [HR. Muslim nomor 6793]

9. Selalu konsisten Menjaga Sholat
Jika sholat kita memang benar, maka akan mencegah kemunkaran, Allah ‘Azza wa jalla berfirman,

إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاء وَالْمُنكَرِ

Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar” [Al-Ankabut: 45]

10. Membayangkan Kekurangan Pujaan Hati,
Ibnul Jauzi rahimahullah berkata: “Sesungguhnya manusia penuh dengan najis dan kotoran. Dan orang yang dimabuk cinta melihat kekasihnya dalam keadaan sempurna. Karena cinta, ia tidak dapat melihat aib kekasihnya. Sebab hakikat segala sesuatu dapat disingkap dengan timbangan yang adil. Sementara yang menjadi penguasa atas dirinya adalah hawa nafsu yang zhalim. Itu akan menutupi seluruh cela hingga akhirnya orang yang dilanda cinta melihat kekasihnya yang jelek menjadi jelita.“

11. Membayangkan Akan Ditinggal Pergi Orang yang Dicintainya, Karena Mati Atau Bosan
Karena semua yang ada di dunia akan musnah, Allah ‘Azza wa jalla berfirman,

كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ

Semua yang ada di bumi itu akan binasa.” [Ar-Rahman: 26]

12. Merenungi Akibat Perbuatannya
Hal ini bisa didapat dengan membaca dan menoleh kebelakang dengan berkaca kepada sejarah. Orang-orang yang akan hina dunia dan akhirat karena cinta.
Qobil yang membunuh Habil, Abdurrahman bin Muljam yang membunuh Ali bin Abi Thalib radhiallhu ‘anhu, terbunuhnya unta nabi Shalih ‘alahissalam. Semua karena al-’isyq terhadap wanita

13. Bersabar Melepas Belenggu Al-’Isyq
Jika bersabar dengan sebenar-benarnya akan mendapatkan pahala yang tak terkira, Allah ‘Azza wa jalla berfirman,

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ

Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabar sajalah yang akan dipenuhi ganjaran mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar: 10)

14. Yakin Bahwa Allah Akan Memberi Ganti Lebih Baik
Salah satu kekhawatiran adalah apakah ia bisa dapat yang seperti ini kelak. benih cinta ini yang sulit semai. Tebing asmara ini yang sudah susah payah didaki. Lika-liku kasih yang berat dilewati. Istana sayang yang dibangun  bersama. Apaka itu semua akan ditinggal dan roboh begitu saja?. Jawabannya adalah, Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik. Istana itu dibangun diatas pondasi kemaksiatan kepada Allah. Tampak megah dan tegar tapi hakikatnya lemah tak bertumpu bagai tiang penyangga yang bersandar kepada temboknya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

نَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئاً لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ بَدَّلَكَ اللَّهُ بِهِ مَا هُوَ خَيْرٌ لَكَ مِنْهُ

“Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik bagimu.” (HR. Ahmad 5/363. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shohih). 

Baca Juga:

Semoga bisa lepas dari siksaan cinta Al-'Ishq ini![Radarislam/ Ip]

Loading...
Sukai Artikel ini

Share This !

Loading...