Pria Ini Usai Tebas Leher Istri, Malah Gendong Anak Sambil Bawa Parang Berlumur Darah - Radar Islam
loading...

Pria Ini Usai Tebas Leher Istri, Malah Gendong Anak Sambil Bawa Parang Berlumur Darah

Radarislam.com ~ Entah apa yang ada di pikiran pria ini. Banjir (24) tega menghabisi istrinya sendiri Pitae (26). Pembunuhan sadis tersebut di Desa Tumbang Boloi, Kecamatan Telaga Antang, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tegah.

Belum jelas latar belakang terjadinya pembunuhan tersebut. Banjir dengan tega menebaskan parang ke leher sang istri hingga nyaris putus.

Dikutip Radarislam.com dari laman Kalteng Pos, Sabtu (15/4/2017). Peristiwa itu berawal ketika sang istri menceritakan bahwa suaminya itu akan dibunuh oleh seseorang untuk dijadikan tumbal dalam acara adat. Namun saat ditanya, sang istri atau korban enggan menceritakan dari mana rumor tersebut berasal.

Hal inilah yang kemudian membuat Banjir kesal dan terjadi adu mulut diantara keduanya. Setelah terjadi cek cok, Pitae memutuskan untuk pulang ke rumah orang tuanya yang tak jauh dari lokasi. Namun, pelaku ingin ikut karena mereka pernah berjanji untuk sehidup semati bersama.

Keinginan Banjir untuk ikut ke rumah orang tua korban pun ditolak, dengan alasan isu pembunuhan dan isu tumbal adat tadi bakal berimbas pada keluarga besar korban. Alasan itulah akhirnya kembali membuat suasana semakin memanas dan cekcok lagi antara keduanya.

Entah iblis apa yang merasuki pelaku, saat korban mengemasi barang-barangnya di kamar, pelaku langsung menebas leher istrinya dengan parang hingga nyaris putus.

Kapolres Kotim AKBP JP Siboro melalui Kapolsek Antang Kalang Iptu Afif Hasan saat dibincangi melalui telepon, Kamis (13/4) pagi membenarkan kejadian itu. Dari pengakuan pelaku, tepat pukul 14.00 WIB, korban masih mengemasi pakaian. Saat itu, pelaku ternyata sudah marah dan mengambil parang di dapur.

“Pelaku sempat mempertanyakan kesetian korban, di mana pernah berjanji untuk bersama sehidup semati. Tetapi hanya karena isu ini, sang istri malah meninggalkannya,” ujarnya.

Mendapati jawaban yang tidak memuaskan, akhirnya pelaku langsung menebas leher korban dengan menggunakan parang hingga nyaris putus. Terlihat dua kali pelaku mengayunkan parang yang diperkirakan panjangnya sekitar 50 cm.

Korban yang saat itu sedang mengemasi pakaian dan tidak siap dengan serangan pelaku, langsung ambruk dan meninggal di lokasi kejadian. Korban mengalami luka yang cukup parah hingga leher nyaris putus.

Tak selesai di situ, warga sempat tetkejut bukan main saat pelaku keluar rumah sambil menggendong anaknya dengan menggenggam parang yang masih berlumuran darah.

“Warga memang sempat shock dengan kejadian yang sempat membuat geger, sehingga usai kejadian tidak ada satupun yang keluar rumah,” katanya Andi, warga sekitar.

Menurut Kapolsek, usai menebas leher istrinya, Banjir berkeliaran dengan membawa senjata tajam yang masih berlumuran darah sambil membawa anaknya yang masih bayi. Warga khawatir Banjir akan bertindak nekat lagi. Tetapi berkat kesigapan anggota dan melakukan negoisasi akhirnya pelaku menyerahkan diri beserta senjata tajam yang dibawanya

“Kami kenakan pelaku dengan pasal Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun,” pungkasnya.

Baca Juga:

Astagfirullah! Mengerikan bukan? [Radarislam/ Kp]

Loading...
Sukai Artikel ini

Share This !

Loading...