Wahai Para Suami, Pulang dan Peluklah Istrimu! Ia Memang Tak Secantik Dulu Tapi Inilah Pengorbanannya Padamu - Radar Islam
loading...

Wahai Para Suami, Pulang dan Peluklah Istrimu! Ia Memang Tak Secantik Dulu Tapi Inilah Pengorbanannya Padamu

Radarislam.com ~ Anda pasti banyak mendengar kasus yang dilakukan seorang ibu. Dimana sang ibu tega menghabisi nyawa anak kandungnya. Banyak kasus mengenaskan tersebut terjadi di tanah air.

Atau kasus psikologi ekstrem yang mendunia, Andrea Yates, tanggal 3 Mei 2001, dia menghabisi nyawa kelima anaknya dengan cara menenggelamkan di bath tup. Andrea didiagnosis menderita depresi berat pasca melahirkan (psikosis post partum). Dari semua kasus tersebut rata-rata kondisi rumah tangga mereka berlangsung baik. Namun ada kalanya sang ibu mengalami depresi karena terlalu banyak mengerjakan pekerjaan rumah tangga dan mengurus anak.

Tahukah Anda faktanya hampir 70% ibu mengalami depresi apalagi setelah melahirkan. Mulai dari yang levelnya paling rendah, baby blues syndrome sampai psikosis seperti Andrea. Mengapa wanita begitu rapuh?  Apakah keimannya kurang sehingga tega berbuat demikian? Tentu butuh sosok yang bisa menambah agama dan bisa menggenapkan akal kan? Siapa? Tentu saja orang terdekat yaitu suami.

Jangan menuduh wanita cengeng jika Anda belum pernah ada di posisinya. Kesusahan selama hamil hampir 10 bulan dan kesakitan saat melahirkan bahkan Allah sebutkan dalam Al-Qur'an untuk menyusui selama 2 tahun, mengatur uang belanja, memastikan anak dan suami makan, lantai mengkilat, dapur bersih, kasur nyaman, dan masih banyak lagi.

Wahai para suami, sebaiknya hentikan sejenak aktivitasmu. Pulang, peluklah istrimu, pandanglah wajahnya yang lelah tidak secantik dulu saat pertama kali Anda lihat. Sekali-kali gantikanlah tugasnya sebentar, buatkan dia teh manis hangat dan belai lembut rambutnya. Ucapkan terima kasih untuk jihadnya selama ini.

Berterima kasihlah atas anak-anakmu yang sehat dan aman bersamanya sehingga Anda tenang dalam bekerja mencari nafkah. Ucapkan terima kasih kepadanya karena bertaruh nyawa melahirkan keturunan yang kau banggakan. Meninggalkan kenikmatan bersama orang tuanya demi merajut hidup bersamamu.

Baca Juga:

Sesungguhnya istri dan ibu yang bahagia adalah aset anak-anak untuk bahagia. [Radarislam/ Bm]

Loading...
Sukai Artikel ini

Share This !

Loading...