Zina Ternyata Disebut Hutang Yang Bisa Menyeret Keturunan, Inilah Alasannya Sesuai Hadits Rasul - Radar Islam
loading...

Zina Ternyata Disebut Hutang Yang Bisa Menyeret Keturunan, Inilah Alasannya Sesuai Hadits Rasul

Radarislam.com ~ Perbuatan zina tak hanya mendapatkan murka Allah SWT. Tetapi sesungguhnya zina adalah utang, yang bisa menyeret keluarga dan keturunan kita kelak. Apakah maksudnya? Simaklah hadits Rasulullah berikut:

Abu Umamah menceritakan, “Suatu hari ada seorang pemuda yang mendatangi Nabi Shalallahu ‘alaihi wassallam seraya berkata, “Wahai Rasulullah, izinkan aku berzina!”

Para sahabatpun bergegas mendatanginya dan menghardiknya, “Diam kamu, diam!”

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassallam berkata, “Mendekatlah”. Pemuda tadi mendekati beliau dan duduk di hadapan beliau.

Nabi Shalallahu ‘alaihi wassallam bertanya, “Relakah engkau jika ibumu dizinai orang lain?”

“Tidak, demi Allah wahai Rasul. Begitu pula orang lain tidak rela kalau ibu mereka dizinai," sahut pemuda itu.

“Relakah engkau jika putrimu dizinai orang?”.

"Tidak, demi Allah wahai Rasul!”. “Begitu pula orang lain tidak rela jika putri mereka dizinai”.

“Relakah engkau jika saudari kandungmu dizinai?”

“Tidak, demi Allah wahai Rasul!”

“Begitu pula orang lain tidak rela jika saudara perempuan mereka dizinai”.

“Relakah engkau jika bibimu dizinai?”

“Tidak, demi Allah wahai Rasul!”

“Begitu pula orang lain tidak rela jika bibi mereka dizinai”

“Relakah engkau jika bibi dari ibumu dizinai?”

“Tidak, demi Allah wahai Rasul!”

“Begitu pula orang lain tidak rela jika bibi mereka dizinai.”

Lalu Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassallam meletakkan tangannya di dada pemuda tersebut sembari berkata, “Ya Allah, ampunilah kekhilafannya, sucikanlah hatinya dan jagalah kemaluannya.”

Setelah kejadian tersebut, pemuda itu tidak pernah lagi tertarik untuk berbuat zina,”(HR. Ahmad).

Dari penjelasan Rasulullah dalam hadits di atas, kita bisa mengetahui bahwa ketika seorang pria berzina dengan seorang wanita, sama saja pria tersebut tengah menzinahi seorang anak perempuan, adik perempuan, calon istri, bahkan juga seorang calon ibu.

Sadarilah bahwa wanita itu memiliki ayah yang tentu tidak rela anaknya dizinahi, perempuan itu memiliki keluarga yang takkan berkenan dirinya dinodai.

Bayangkan apa rasanya jika kelak Anda memiliki anak perempuan dan dizinahi oleh pemuda yang kemudian mencampakkannya? Bagaimana rasanya? Atau, bayangkan jika engkau menikahi seorang yang Anda anggap baik, namun ternyata ia pun pezina seperti dirimu.

Maka berhentilah berzina, ketahuilah bahwa zina itu utang, yang bisa saja mengharuskan keluarga atau keturunanmu untuk membayarnya. Na’udzubillah min dzalik.

Selain itu, tahukah Anda jika kelak di akhirat zina hanya akan berujung siksa? Empat siksaan ini disebutkan Rasulullah akan diterima oleh para pezina. Mulai dari akan diacuhkan Sang Maha Pencipta hingga kekal berada di Neraka-Nya. Bagaimana selengkapnya? Berikut ulasannya.

1. Tidak Akan Diajak Bicara Oleh Allah Saat Hari Kiamat

Hukuman pertama yang akan diperoleh pelaku zina adalah mereka tidak akan diajak oleh Allah SWT saat hari kiamat kelak. Rasulullah SAW bersabda:

Tiga orang yang tidak akan diajak berbicara oleh Allah pada hari kiamat dan tidak akan dilihat serta disucikan, pun bagi mereka adzab yang pedih; seorang tua yang berzina, raja yang pendusta, dan orang miskin yang congkak.” (Diriwayatkan Muslim, An-Nasa’i, dan Ibnu Mandah dari Abu Hurairah)

2. Kekal dalam Neraka

Orang yang berzina semasa hidupnya ternyata akan menjadi penghuni kekal di neraka kelak. Seperti yang diketahui bahwasanya neraka merupakan tempat pembalasan bagi orang-orang yang berbuat dosa selama hidup di dunia.

Selain akan kekal di dalam neraka, Allah juga akan melipatgandakan azab bagi para pelakunya. Bahkan mereka akan di siksa dalam keadaan yang terhina, kecuali bagi mereka yang bertaubat sewaktu masih hidup.

Abdullah bin Mas’ud ra berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah, ‘Apakah dosa yang paling besar di sisi Allah ta’ala?’

Beliau menjawab, ‘Yaitu kamu menjadikan sekutu bagi Allah padahal Dialah yang menciptakanmu.’ ‘Sungguh itu sangatlah besar.

Lalu apa lagi?’ tanyaku kembali.

Beliau menjawab, ‘Yaitu kamu membunuh anakmu karena takut kelak ia makan bersamamu.’

‘Lalu apa lagi,’ tanyaku lagi.

Beliau menjawab, ‘Yaitu kamu berzina dengan kekasih (maksudnya istri) tetanggamu.’

Maka Allah SWT menurunkan pembenaran dari sabda beliau dengan firman-Nya, “Dan orang-orang yang tidak menyembah ilah yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipatgandakan adzab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam adzab itu dalam keadaan terhina, kecuali siapa saja yang bertaubat.” (Al-Furgan: 68-70) [Diriwayatkan Ahmad, An-Nasa’i, dan Ibnu Hibban dengan lafal ini. Dan diriwayatkan Al-Bukhari, Muslim, An-Nasa’i, Ibnu Hibban, dan Ahmad, tanpa menyebut ayat ini]

Lihatlah, dari riwayat hadist di atas dapat kita tarik kesimpulan bahwa Allah SWT telah menyertakan penyebutan perbuatan zina dengan istri tetangga masuk dalam dosa besar selain menyekutukan Allah dan membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah SWT untuk dibunuh kecuali dengan alasan yang dibenarkan syara’.

3. Dijilat Api Neraka
Siksaan selanjutnya yang akan diperoleh orang yang gemar melakukan zina adalah, mereka akan diazab dengan dijilat api neraka. Jelas bahwa api neraka itu akan sangat panas, dan mereka akan melolong karena panas yang sangat dahsyat tersebut.

Hadits ini tercantum dalam Bukhari dan Muslim:
lmam Bukhari meriwayatkan hadits tidur Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Samurah bin Jundub. Dalam hadits itu disebutkan bahwa beliau SAW didatangi oleh malaikat Jibril dan Mikail.

Beliau berkisah, “Kami berangkat pergi sehingga sampai di suatu tempat semisal ‘tannur’ bagian atasnya sempit sedangkan bagian bawahnya luas. Dari situ terdengar suara gaduh dan ribut-ribut. Kami menengoknya, ternyata di situ banyak laki-laki dan perempuan telanjang. Jika mereka dijilat api yang ada di bawahnya mereka melolong oleh panasnya yang dahsyat.

Aku bertanya, ‘Wahai Jibril, siapakah mereka?’ Jibril menjawab, ‘Mereka adalah para pezina perempuan dan laki-laki. Itulah adzab bagi mereka sampai tibanya hari kiamat.” (Diriwayatkan Al-Bukhari, Ibnu Hibban, Ath-Thabrani, dan Ahmad, dalam hadist panjang dari Samurah).


Para ulama berkata, “Ini adalah hukuman bagi pezina perempuan dan laki-laki yang masih bujang, belum menikah di dunia. Jika sudah menikah walaupun baru sekali seumur hidup, maka hukuman bagi keduanya adalah dirajam dengan bebatuan sampai mati. Demikian pula telah ternaskan dalam hadits dari Nabi bahwasanya jika hukuman qishash ini belum dilaksanakan bagi keduanya di dunia dan keduanya mati dalam keadaan tidak bertaubat dari dosa zina itu, niscaya keduanya akan diadzab di neraka dengan cambuk api.”

Dalam kitab Zabur tertulis, “Sesungguhnya para pezina itu akan digantung pada kemaluan mereka di neraka dan akan disiksa dengan cambuk besi. Maka jika mereka melolong karena pedihnya cambukan, malaikat Zabaniyah berkata, ‘Ke mana suara ini ketika kamu tertawa-tawa, bersuka ria dan tidak merasa diawasi oleh Allah serta tidak malu kepada-Nya.’”

4. Ditempatkan di Pintu Neraka Paling Busuk Baunya
Selain dijilat oleh api neraka, para pelaku zina juga akan ditempatkan di dalam neraka yang paling busuk baunya.

Tentang tafsir bahwa Jahannam itu ‘ia memiliki tujuh pintu‘ (Al-Hijr: 44), Atha’ berkata, “Pintu yang paling hebat panas dan sengatannya dan yang paling busuk baunya adalah pintu yang diperuntukkan bagi para pezina yang berzina setelah mereka tahu keharamannya.”

Makhul ad-Dimasyqiy berkata, “Para penghuni neraka mencium bau busuk berkata, “Kami belum pernah mencium bau yang Iebih busuk dari bau ini’. Dijelaskan kepada mereka, ‘ltulah bau kemaluan para pezina.”
Ibnu Zaid, salah seorang imam dalam bidang tafsir berkata, “Sesungguhnya bau kemaluan para pezina itu benar-benar menyiksa para penghuni neraka.

Demikianlah penjelasan tentang siksaan amat pedih yang akan diperoleh pelaku zina pada hari pembalasan di akhirat kelak. Sungguh balasan yang amat pedih bagi orang-orang yang gemar melanggar larangan Allah SWT.

Baca Juga:



Sebelum terlambat, marilah melakukan taubat Nasuha. Mohon ampun kepada Sang Maha Pengasih dan Penyayang selagi waktu masih ada. Kemudian berjanjilah, jika tidak lagi mengulang kembali dosa zina. Semoga kita tidak termasuk dalam golongan demikian. Amin. [Radarislam/ Ip/ Iy]

Loading...
Sukai Artikel ini

Share This !

Loading...