7 Hal Ini Dinilai Wajar di Negara Lain, Tapi di Arab Saudi Justru Dilarang Keras - Radar Islam
loading...

7 Hal Ini Dinilai Wajar di Negara Lain, Tapi di Arab Saudi Justru Dilarang Keras

7 hal dilarang keras di Arab Saudi, Radarislam.com ~ Belum lama ini kabar gembira diterima oleh warga Arab Saudi, khususnya para wanita. Setelah sekian lama wanita tidak diperbolehkan untuk menyetir kendaraan, larangan tersebut kini dicabut oleh pemeritahan setempat.

Pencabutan larangan tersebut dikarenakan adanya protes keras kaum wanita atas batasan-batasan yang ada di negara tersebut. Tampaknya ke depan, hak-hak wanita Arab Saudi akan lebih ditingkatkan. Mulai dari masuk stadion olahraga dan lainnya.

Tapi, terlepas dari satu larangan yang sudah berhasil dicabut, masih ada beberapa hal yang dilarang di Arab Saudi. Padahal, di negara lain dianggap wajar dan biasa. Apa saja, ya hal-hal yang dilarang oleh Arab saudi? Berikut ulasannya dikutip Radarislam.com dari laman YuKepo:

1. Da’i dilarang jadi bintang iklan
Kementerian Haji Arab Saudi mengeluarkan larangan mengenai da’i atau pemuka agama menjadi model iklan perusahaan penyelenggara haji atau umroh. Kementerian tersebut memberikan peringatan bahwa perusahaan penyelenggara yang melanggar aturan akan dilarang memberikan akomodasi pada jamaah haji di sekitar Masjidil Haram

2. Sekolah Musik
Musik merupakan hal yang legal di negara ini pada industri musik aktif. Musik dianggap ilegal pada sekolah formal untuk mengajar seni musik. Di negara ini, banyak imam besar yang melarang peredaran musik. Selain itu, toko-toko di negara ini juga tidak memainkan musik supaya tidak menyinggung para pelanggannya. Gak heran kalau di sekolah maupun universitas tidak ada yang mengajarkan musik karena kurikulumnya haris sesuai dengan hukum Islam. Biasanya, warga Arab Saudi yang mahir dalam musik belajar secara otodidak atau belajar di luar negeri.

3. Melarang gay dan perempuan tomboy untuk bersekolah
Pemerintah Arab Saudi memberlakukan larangan bagi para gay dan wanita tomboy untuk menempuh pendidikan, baik di sekolah maupun di universitas, sampai mereka mengubah perilaku dan penampilan. Pemerintah juga sudah menginstruksikan seluruh sekolah dan universitas untuk tidak menerima murid gay dan wanita tomboy. Hal tersebut menjadi salah satu cara Arab Saudi untuk memerangi fenomena LGBT yang sedang marak di dunia.

4. Bioskop
Keberadaan bioskop di negara ini sangat dilarang. Sekalipun ada, bioskop hanya ada pada perumahan swasta, seperti di Kamp Saudi Aramco. Alasan pelarangan salah satu situs hiburan ini adalah untu mencegah pria dan wanita berbaur tanpa pengawasan yang akan merujuk pada tindakan amoral. Bahkan, banyak orang Arab Saudi yang pergi ke Negara Bahrain untuk sekedar menonton film.

5. Wanita berpergian tanpa dampingan
Di negara yang kaya raya ini, perempuan tidak dibenarkan melakukan perjalanan sendiri tanpa disertai formulir khusus. Larangan ini baru akan dicabut ketika wanita sudah berumur 45 tahun. Di bawah usia tersebut, wanita harus berpergian dengan didampingi oleh ayah atau suami yang memegang formulir yang ditandatangani oleh wali laki-laki. Hal tersebut disebabkan masyarakat memandang mobilitas perempuan dapat mengundang tindakan amoral.

6. Larang perempuan jalan-jalan ke taman
Negara Arab Saudi melarang para perempuan untuk berekreasi di taman-taman. Larangan ini berlaku bagi perempuan yang usianya di atas dua belas tahun. Larangan ini dikeluarkan oleh Badan Amar Makruf Nahi Munkar. Jika larangan ini dilanggar, badan tersebut akan ditutup selamanya atau membayar sejumlah denda.

7. Hari Valentine
Setiap tanggal 14 Februari, baik toko bunga maupun toko suvenir dilarang untuk menjual bunga mawar merah atau apa pun yang berbentuk hati. Larangan tersebut dikeluarkan oleh Committee for The Promotion of Virtue and the Prevention of Vice (CPVPV) atau yang lebih dikenal sebagai polisi agama. Apabila melanggar, hukumannya akan mengarah pada penutupan toko. Selain itu, di hari Valentine tersebut, orang-orang terutama anak sekolah tidak diperkenankan menggunakan sesuatu yang berunsur warna merah. Alasannya adalah untuk mencegah orang-orang merayakan hari Valentine karena bukan termasuk dalam perayaan umat Islam.

Baca Juga:

Bagaimana menurut Anda? [Radarislam/ Yk]

Loading...
Sukai Artikel ini

Share This !

Loading...