Kasihan! Banyak Tuai Pujian, Tapi Bayi Tampan ini Bisa Terkena Penyakit Ain - Radar Islam
loading...

Kasihan! Banyak Tuai Pujian, Tapi Bayi Tampan ini Bisa Terkena Penyakit Ain

Bayi tampan bisa terkena penyakit ain, Radarislam.com ~ Foto bayi yang kelewat tampan ini menjadi viral dimedia sosial, tapi ada sesuati dibalik semua itu, kasihan malah bayi ini bisa terkena penyakit ain karena diekspos dengan berlebihan di media sosial.



Hendaknya kita berhati-hati men-share foto atau video kita, keluarga kita atau anak kita di sosial media, karena penyakit ‘ain bisa terjadi melalui foto ataupun video. Meskipun tidak pasti setiap foto yang di-share terkena ‘ain tetapi lebih baik kita berhati-hati, karena sosial media akan dilihat oleh banyak orang.

Seorang bayi mendadak viral karena wajahnya yang tampan. Bayi ganteng ini pertama kali ditunjukkan lewat unggahan dokter Anton Tanjung di Instagram. Unggahan itu menampilkan foto kolase bayi bernama Arsya yang sedang tersenyum dan tidur.

Foto tersebut kemudian dihapus dokter Anton Tanjung. Namun banyak akun yang telah men-screenshoot wajah Arsya, seperti dikutip dari akun @wowfakta.
Dalam keterangannya, akun tersebut mengatakan dokter Anton Tanjung sempat dikira ayah dari bayi tersebut. Pasalnya, Arsya sangat mirip dengan sang dokter.

Baru-baru ini, sebuah akun Facebook A'an Xtian memberikan klarifikasi terhadap kabar Arsya yang disebut sebagai putra dokter Anton Tanjung.

"Bismillahirrahmanirrahim. Assalamu'alaikum. Saya hanya mau membantu mengklarifikasi tentang Baby Arsya yang saat ini sedang menjadi viral di media sosial," tulis akun tersebut.

Akun tersebut mengatakan, dokter Anton Tanjung hanya dokter yang merawat Arsya, bukan orang tuanya. Akun tersebut juga menegaskan Arsya lahir di Indonesia.
Akun tersebut juga mengimbau netizen menggunakan foto Arsya untuk kepentingan yang baik dan menegaskan bahwa kedua orang tuanya tidak pernah mengunggah foto Arsya di media sosial. Penyakit ain bisa menyerang karena takjub dan kagum dengan foto bayi tampan ini:

Hendaklah hanya mengagungkan Allah Subhaanahu Wa Ta’aala. Sebab hanya Allah yang layak dikagumi atas segala ciptaannya yang sempurna

“Wah… bayimu cantik luar biasa. Putih, bersih, gemuk lagi. Perpaduan yang bagus dari Ayah dan Ibunya nih…” demikian ujar seorang ibu.

Ramai tamu melingkari box di mana anakku yang baru berumur 21 hari, sedang tertidur dengan lucunya. Memang paras anakku sejak lahir mengundang decak kagum siapapun yang memandang.

Tiba-tiba bayiku menangis sekencang-kencangnya. Mengagetkan orang-orang yang hadir pada acara aqiqahnya.

“Bu, mungkin anak kita kena ‘Ain. Kita coba saja ya saran dari bacaan ini.”

Aku mengangguk pasrah. Semua undangan terutama ibu-ibu yang tadi melingkari anakku, dimintanya untuk berwudhu. Air wudhunya ditadah di baskom besar. Lalu air itu dipakai untuk membasuh anakku dengan banyak membaca istighfar, shalawat dan ayat-ayat perlindungan.

Pujian hanya Milik Allah

Siapa yang tidak senang mendengar kalimat pujian? Fitrah manusia tentu merasa senang bila dipuji. Namun hati-hati, memuji dengan kalimat yang kurang tepat dan menanggapi pujian dengan cara yang tidak tepat, justru bisa membawa bencana dan penyakit.

Tak hanya penyakit hati. Tapi juga penyakit ‘Ain.

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْعَيْنُ حَقٌّ وَلَوْ كَانَ شَيْءٌ سَابَقَ الْقَدَرَ سَبَقَتْهُ الْعَيْنُ وَإِذَا اسْتُغْسِلْتُمْ فَاغْسِلُوا

“Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda : “Ain (mata jahat) itu benar-benar adanya, jika seandainya ada sesuatu yang mendahului qodar, maka akan didahului oleh ain. Apabila kamu diminta untuk mandi maka mandilah.” (HR. Muslim).

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَعِيذُوا بِاللَّهِ فَإِنَّ الْعَيْنَ حَقٌّ

Dari Aisyah Radhiyallahu ‘Anha, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Mintalah kalian perlindungan kepada Allah dari ‘Ain (mata jahat) karena sesungguhnya ‘Ain itu haq benar (adanya).” (HR. Ibnu Majah)

Penyakit ‘Ain merupakan jenis penyakit yang disebabkan oleh pengaruh buruk pandangan mata,yaitu pandangan mata yang disertai rasa takjub atau bahkan iri dan dengki terhadap apa yang dilihatnya.

Bahkan yang tidak disertai iri dengki sekalipun bisa menyebabkan ‘Ain jika tidak disertai dengan pujian kepada Allah. Sebab segala pujian selayaknya hanya milik Allah.

Penyakit ‘Ain tidak hanya dapat menimpa anak kecil saja. Siapapun tidak peduli latar belakang usia, gender, bisa saja terkena.

Bahkan sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam saja, yang dikenal dengan kebersihan hati mereka, tetap tidak luput dari pengaruh ‘Ain.

عَنْ أَبِي أُمَامَةَ بْنِ سَهْلِ بْنِ حُنَيْفٍ أَنَّهُ قَالَرَأَى عَامِرُ بْنُ رَبِيعَةَ سَهْلَ بْنَ حُنَيْفٍ يَغْتَسِلُ فَقَالَ مَا رَأَيْتُ كَالْيَوْمِ وَلَا جِلْدَ مُخْبَأَةٍ فَلُبِطَ سَهْلٌ فَأُتِيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَامِرًا فَتَغَيَّظَ عَلَيْهِ وَقَالَ عَلَامَ يَقْتُلُ أَحَدُكُمْ أَخَاهُ أَلَّا بَرَّكْتَ اغْتَسِلْ لَهُ فَغَسَلَ عَامِرٌ وَجْهَهُ وَيَدَيْهِ وَمِرْفَقَيْهِ وَرُكْبَتَيْهِ وَأَطْرَافَ رِجْلَيْهِ وَدَاخِلَةَ إِزَارِهِ فِي قَدَحٍ ثُمَّ صُبَّ عَلَيْهِ فَرَاحَ مَعَ النَّاسِ

Dari Abu Umamah bin Sahl bin Hunaif, dia berkata bahwa Amir bin Rabi’ah melihat Sahl bin Hunaif sedang mandi, lalu berkatalah Amir:

“Aku tidak pernah melihat (pemandangan) seperti hari ini, dan tidak pernah kulihat kulit yang tersimpan sebagus ini”

Maka terpelantinglah Sahl. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam lalu  mendatangi Amir. Dengan marah Nabi berkata: ”Atas dasar apa kalian mau membunuh saudaranya? Mengapa engkau tidak memohonkan keberkahan (kepada yang kau lihat)? Mandilah untuknya! Maka Amir mandi dengan menggunakan suatu wadah air, dia mencuci wajahnya, dua tangan, kedua siku, kedua lutut, ujung-ujung kakinya, dan bagian dalam sarungnya. Air bekas mandinya itu lalu dituangkan kepada Sahl, lantas dia sadar dan berlalulah bersama manusia. (HR. Malik)

Ibnu Qayyim Rahimahullah mengatakan, penyakit ‘ain ada dua jenis yakni  ‘Ain yang berunsur manusia atau ’Ain Insi dan ‘Ain yang berunsur Jin atau ‘Ain Jinni.

Dari Ummu Salamah Radhiyallaahu ‘Anha, Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassallam pernah melihat seorang budak wanita di rumahnya yang wajahnya terlihat kusam. Nabi berkata,”Ruqyah wanita ini, ia terkena ‘Ain.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Bagi anak-anak, diantara tanda-tanda ‘Ain adalah:

1. Tangisan yang tidak wajar dan tidak kunjung henti

2. Kejang-kejang tanpa sebab yang jelas

3. Tidak mau menyusu kepada ibunya tanpa sebab yang jelas.

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْدَخَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَمِعَ صَوْتَ صَبِيٍّ يَبْكِي فَقَالَ مَا لِصَبِيِّكُمْ هَذَا يَبْكِي فَهَلَّا اسْتَرْقَيْتُمْ لَهُ مِنْ الْعَيْنِ

Aisyah Radhiyallahu‘ Anha berkata : “Suatu ketika Nabi masuk (rumahnya) dan mendengar bayi sedang menangis. Nabi berkata, ”Mengapa bayi kalian menangis? Mengapa tidak kalian bacakan ruqyah-ruqyah (supaya sembuh dari penyakit ‘ain).

4. Kondisi tubuh yang sangat kurus kering

عَنْ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِرَخَّصَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِآلِ حَزْمٍ فِي رُقْيَةِ الْحَيَّةِ وَقَالَ لِأَسْمَاءَ بِنْتِ عُمَيْسٍ مَا لِي أَرَى أَجْسَامَ بَنِي أَخِي ضَارِعَةً تُصِيبُهُمْ الْحَاجَةُ قَالَتْ لَا وَلَكِنْ الْعَيْنُ تُسْرِعُ إِلَيْهِمْ قَالَ ارْقِيهِمْ

Dari Jabir Radhiyallahu ‘Anhu bahwa Rasulullah Saw memberi rukhshah (keringanan) bagi anak-anak Ja’far memakai bacaan ruqyah dari sengatan ular. Nabi berkata kepada Asma’ binti Umais, ”Mengapa aku lihat badan anak-anak saudaraku ini kurus kering? Apakah mereka kelaparan?”  Asma’ menjawab : “Tidak, akan tetapi mereka tertimpa ‘Ain.” Kata Nabi, ”Kalau begitu bacakan ruqyah bagi mereka!.” (HR. Muslim).

Lalu, bagaimana cara agar terhindar dari penyakit ‘Ain?

Pertama, apabila melihat sesuatu yang mengagumkan, hendaklah mendo’akan kebaikan atasnya.

Dari Amir bin Rabi’ah Radhiyallahu ‘Anhu :

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ مِنْ أَخِيهِ أَوْ مِنْ نَفْسِهِ أَوْ مِنْ مَالِهِ مَا يُعْجِبُهُ فَلْيُبَرِّكْهُ فَإِنَّ الْعَيْنَ حَقٌّ

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda : “Jika salah seorang dari kalian melihat sesuatu yang menakjubkan dari saudaranya, pada dirinya atau pada hartanya, maka doakan keberkahan padanya, karena sesungguhnya penyakit ain itu benar (adanya)”. (HR. Ahmad)

Baik dengan mengucapkan بَارَكَ اللَّهُ فِيهِ, اللَّهُمَّ بَارِكْعَلَيْهِ  atau yang semacamnya.

Kedua, hendaklah mengagungkan Allah Subhaanahu Wa Ta’aala  terlebih dahulu. Sebab hanya Allah  yang layak dikagumi atas segala ciptaannya yang sempurna.
Ucapkan kalimat thayyibah jika mengagumi atau memuji sesuatu. Kembalikan semuanya hanya kepada pemiliknya, yakni Allah saja.

Bagaimana jika sudah terlanjur terkena ‘Ain? 
Beberapa pendapat menyebutkan bahwa, menyembuhkan penyakit ‘Ain dapat dilakukan dengan cara-cara berikut:

Pertama. Meminta orang yang memuji (apabila diketahui) untuk mandi dan berwudhu, airnya ditampung untuk kemudian diguyurkan kepada orang yang terkena ‘Ain. Ada yang menyebutkan diguyurkan saja dari kepala hingga membasahi seluruh tubuhnya. Ada yang berpendapat pula untuk mengguyurkan air tersebut ke kepala orang yang terkena penyakit ‘Ain satu kali guyuran dari arah belakangnya.

Kedua. Banyak membaca surat Al-Ikhlas, Al Falaq dan Annas, Ayat Kursi, Al-Fatihah dan dua ayat terakhir dari surah Al-Baqarah. Serta membaca do’a-do’a dalam ruqyah syar’iyyah.

Ketiga. Bacakan do’a:

بِاسْمِ اللَّهِ أَرْقِيكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ يُؤْذِيكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ نَفْسٍ أَوْ عَيْنِ حَاسِدٍ اللَّهُ يَشْفِيكَ بِاسْمِ اللَّهِ أَرْقِيكَ

Dengan menyebut nama Allah, Aku meruqyahmu dari segala sesuatu yang menyakitimu, dan dari kejahatan setiap jiwa atau mata orang yang dengki. Mudah-mudahan Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyembuhkanmu. Dengan menyebut nama Allah, Aku mengobatimu dengan meruqyahmu.” (HR. Muslim).

بِاسْمِ اللَّهِ يُبْرِيكَ وَمِنْ كُلِّ دَاءٍ يَشْفِيكَ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ وَشَرِّ كُلِّ ذِي عَيْنٍ

Dengan menyebut nama Alloh,mudah-mudahan Dia membebaskan dirimu dari segala penyakit,mudah-mudahan Dia akan menyembuhkanmu,melindungimu dari kejahatan orang dengki jika dia mendengki dan dari kejahatan setiap orang yang mempunyai mata jahat.” (HR. Muslim).

Keempat. Membacakan bacaan ruqyah syar’iyyah disertai dengan tiupan pada air minum dan kemudian meminumkan air tersebut pada orang yang terkena penyakit ‘Ain dan sisanya disiramkan ke tubuhnya.

Hal ini pernah dilakukan oleh Rasulullah kepada Tsabit bin Qais.

Air minum bisa juga diganti dengan minyak atau minyak zaitun. Bisa juga dengan menggunakan air zam-zam dan atau air hujan. Semoga kita semua dapat terhindar dan dapat menghindari penyakit ‘Ain. (*)

Loading...
Sukai Artikel ini

Share This !

Loading...