Ibu ini Polisikan Anaknya Karena Jual Perabot hingga Genteng Rumah demi Pacar - Radar Islam

Ibu ini Polisikan Anaknya Karena Jual Perabot hingga Genteng Rumah demi Pacar

Ibu ini Polisikan Anaknya Karena Jual Perabot - Genteng Rumah demi Pacar

Radarislam.com
~ Seorang Ibu bernama Paliyem (53), melaporkan anaknya, pria berinisial DRS (25) ke kantor 
Kepolisian Sektor (Polsek) Pundong, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

DRS dilaporkan oleh ibunya lantaran menjual seluruh perabot mulai dari daun pintu hingga lemari, dan juga genteng, dari rumah orangtuanya hanya untuk foya-foya dan mentraktir pacarnya.

Kepala Unit (Kanit) Reserse Kriminal (Reskrim) Kepolisian Sektor (Polsek) Pundong Ipda Heru Pracoyo mengatakan, dari pengakuan DRS, hasil penjualan perabot digunakan untuk bersenang-senang dan menghidupi pacarnya. 

"Harganya tidak sesuai, yang penting dia dapat uang. Uangnya itu digunakan untuk foya-foya bersama teman perempuannya," ujarnya, Selasa (23/11/2021). 

Awalnya Paliyem sudah memperingatkan anaknya dan sempat berkonsulltasi ke Polisi, saat itu Polisi menyarankan agar diselesaikan dengan cara kekeluargaan.

"Ibunya sempat konsultasi ke kami terkait kelakuan anaknya, dan kami tanggapi kalau ini persoalan keluarga mohon diselesaikan baik-baik," ujarnya.

Ternyata peringatan ibunya tetap tidak di indahkan, kejadian jual perabot rumah tetap terulang berkali-kali bahkan semakin parah.

"Tapi kelakuannya tidak berubah sampai ada 12 perabot dengan taksiran Rp 30 juta, bahkan mau jual genting juga," kata Kapolres Bantul AKBP Ihsan dalam keterangan terpisah di Mapolres Bantul, Rabu (24/11/2021).

Ibu pelaku, Paliyem, semakin marah dengan ulah anaknya, akhirnya memutuskan melaporkan DRS ke Polsek Pundong. 

"Karena terus berulang maka ibunya bilang polsek agar anaknya diproses. Si anak (DRS) mengaku butuh uang untuk memenuhi kebutuhan dan tadi itu dia sering memberikan hadiah ke pacarnya," kata Ihsan.

Akhirnya peloporan tersebut langsung di proses oleh polisi, namun Ihsan menambahkan laporan tersebut juga bisa dicabut kembali karena merupakan kasus delik aduan.

"Jadi kita proses, tapi kalau hari ini atau besok ibunya mau mencabut laporan kasusnya kita hentikan. Karena ini adalah delik aduan, sekali lagi ini delik aduan," kata Kapolres Bantul AKBP Ihsan saat ditemui di Mapolres Bantul, Rabu (24/11/2021).

Dalam keterangan sebelumnya, Kanit Reskrim Polsek Pudong, Ipda Heru Pracoyo mengatakan, DRS bisa leluasa menjual perabot karena DRS tinggal sendiri di rumah itu. 

Sedangkan sejak 1,5 bulan lalu, Paliyem yang bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART), tinggal di rumah majikannya di Kapanewon Kasihan, Bantul. 

Sebelumnya suami Paliyem sudah meninggal dunia. Sementara itu, selama 1,5 bulan ini, DRS bekerja sebagai ojek online. 

"Anaknya tinggal di rumah sendirian, kerja ojek online di Terminal Giwangan (Kota Yogyakarta)," kata Heru. 

Namun, belakangan DRS tak bisa bekerja lantaran sepeda motor yang seharusnya digunakan untuk ngojek justru digadaikan kepada temannya. 

Sementara, disamping untuk mencukupi kebutuhan sendiri, DRS diketahui telah menjalin hubungan seorang perempuan yang baru saja dipacarinya. 

Demi mencukupi kebutuhannya dan menghidupi pacarnya, pelaku nekat menjual perabot rumah orangtuanya. 

Puncaknya terjadi pada 7 November 2021. Kala itu, DRS mengangkut genting rumah ke truk. Aksi DRS semat dicegah oleh kerabat dan tetangga. 

"Orangtuanya (Paliyem) juga sudah bilang bahwa dirinya, Pak RT, tetangga, sudah sering menasihati (DRS), tapi tetap tidak bisa. Ibunya pun minta dilanjutkan (proses hukum)," terang Heru. 

Heru juga menjelaskan, DRS dijerat dengan Pasal 367 KUHP tentang Pencurian dalam Keluarga, dengan ancaman penjara paling lama 5 tahun. (*)

Loading...

Share This !

Terimakasih!
Anda Telah Membaca Artikel Terbaru
Posting Lama